Souvenir Khas Wonosobo Siap Bersaing Di Dekranasda

WONOSOBOZONE – Ketua TP PKK Kabupaten Fairuz Eko Purnomo menegaskan, kualitas produk kerajinan dari Wonosobo tak kalah dengan produk-produk serupa dari pabrik. Bahkan secara harga, Fairuz menilai hasil kerajinan yang dibuat oleh ibu-ibu dari Wonosobo akan mampu bersaing di pasar. Hal itu disampaikan Fairuz kepada tak kurang dari 40 perempuan dari 15 Kecamatan se-Wonosobo yang tengah mengikuti pelatihan membuat aneka souvenir, di Pondok Wirausaha Jamuniro, Wonolelo, Kamis (21/4).
Saya melihat kreasi para ibu ini cukup bagus dan secara kualitas tak kalah dari yang sudah dipajang di toko-toko modern, ucap Fairuz. Agar lebih menarik, Fairuz meminta para peserta untuk berlatih untuk lebih variatif dalam mengombinasikan warna, seperti pada produk sarung bantal, atau tempat tisu.
Pujian terhadap kualitas souvenir hasil produksi para ibu yang baru 3 hari terakhir mengikuti pelatihan juga disampaikan Ketua DWP Setda, Wati Eko Sutrisno. Salah satu souvenir berbentuk bros motif bunga dengan warna hitam berkombinasi mutiara bahkan dikatakan Wati sangat elegan. Saya siap menjadi duta produk kerajinan khas Wonosobo, terutama yang bisa langsung dipakai seperti bros ini, kata Wati.
Adanya kendala permodalan yang dikeluhkan para peserta pelatihan, disebut Wati juga tak perlu dikhawatirkan karena pihak perbankan siap mendukung industry UKM. Setelah selesai pelatihan, para peserta yang berkeinginan untuk membuka wirausaha sendiri dan mebutuhkan modal, bisa langsung berhubungan dengan pihak perbankan, karena kini juga tersedia kredit dengan bunga sangat ringan untuk UKM, jelas Wati.
Harapan agar para peserta pelatihan membuat souvenir secepatnya membentuk kelompok dan membuka usaha mandiri, juga dikatakan Kepala Bagian Perekonomian dan Ketahanan Pangan Setda, Harti. Menurut Harti, pihaknya sengaja menggelar pelatihan untuk 40 perempuan agar kelak mereka mampu mandiri. Pelatihan dibiayai dengan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) dan akan digelar selama 5 hari, jelas Harti.
Setelah pelatihan dan mereka mampu membuka usaha sendiri, Harti mengaku siap menampung produk kerajinan di Showroom DEKRANASDA, di kawasan terminal Mendolo. Dengan ditampilkan di showroom, Harti mengaku optimis pemasaran produk souvenir yang dihasilkan para alumni pelatihan lebih mudah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here