Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan

WONOSOBOZONE – Karena
peraturan Undang-undang no 1 th 1974 yang menerangkan bahwa batas umur minimal
pernikahan adalah 16 tahun. Hal itulah yang menjadi tantangan Badan
Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak (BKKBPA) untuk terus
mnsosialisasikan kepada para remaja tentang pernikahan dini.
Seperti yang dilakukan BKKBN Wonosobo melalui Forum Remaja
Wonosobo (FRW) mengadakan Orientasi Pengelolaan Pusat Informasi Konseling (PIK)
Remaja dan Mahasiswa bagi pengelola program generasi sehat (genre) Kabupaten
Wonosobo tahun 2015 di Gedung Serbaguna resto Ongklok Bugangan Wonosobo
bersamaan dengan rakor teknis imsyakiyah oleh kemenag Wonosobo.

Acara tersebut diikuti oleh 4 Kelompok PIK terbaik dari 69
kelompok PIK di Wonosobo. 4 kelompok itu adalah PIK Unsiq, PIK Ma’arif sapuran,
PIK SMA Negeri 1 Kali Wiro, PIK SMP 1 Wadas Lintang. Masing-masing kelompok
terdiri dari 4 peserta dan satu guru pembimbing.

“Saya merasa senang bisa menjadi anggota PIK karena dapat menambah informasi yang bisa menunjang kegiatan belajar saya di kesehatan sekaligus lebih berhati-hati dalam pergaulan”, ucap Desi Ratna salah satu peserta dari PIK Unsiq kepada wonosobozone.com

Dalam event tersebut para peserta mendapat sosialisasi
tentang TRIAD KRR yaitu 3 (tiga)
resiko atau 3 masalah yang akan/sering dihadapi oleh kaum remaja. Tiga masalah
itu adalah Napza, HIV/Aids dan Seksualitas. Selain itu peserta juga mendapatkan
materi tentang pendewasaan usia perkawinan dan juga beberapa fungsi keluarga.
Triadna Agus Nugraha selaku Kepala UPT BKKBPPA Kecamatan
Watumalang sekaligus Pembina FRW menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya
kegiatan ini dapat muncul kelompok-kelompok baru sehingga dapat memperluas
jangkauan dan juga dapat menurunkan angka pernikahan dini pada remaja.

Menurut Ketua FRW Vian, kendala dalam mensosialisasikan PIK
kepada remaja adalah kurangnya dukungan dari pemerintah baik berupa materi
ataupun dukungan yang lainnya. Oleh karenanya untuk mensiasati hal tersebut,
para kelompok berinisiatif menjalin kemitraan dengan berbagai LSM dan juga
berbagai ihak serta membentuk ekonomi produktif seperti budidaya ikan,
kerajinan dari flannel, sabun dan lain-lain. Sehingga dengan begitu kegiatan
tetap dapat berjalan. apr
foto:apr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here