Siswa-siswi Pertanian geluti dunia Perfileman

TEMANGGUNG – STM Pembangunan Temanggung terus asah kemampuannya dalam bidang perfileman. Baru-baru ini beberapa siswa merilis karya film ke duanya dengan judul “Hujan kala kemarau”.

Muhamad Farkhan Ardana selaku Sang Sutradara mengatakan film itu merupakan film kedua setelah film Lastmi yang diproduksi setiap akhir semester oleh Forum Bahasa Stembatema (Forbest). Beda dari tahun sebelumnya, Hujan kala kemarau ini bergenre komedi romantis yang ditujukan untuk para remaja. Cerita dari film hujan kala kemarau itu juga ditulis oleh salah satu anggota forbest, Febri yang berkolaborasi dengan Heny Taslimah selaku pembina.

Cerita yang diangkat menyangkut persahabatan dan percintaan para remaja masa kini. “Dalam film kami ini juga menggambarkan macam-macam karakter remaja di Indonesia,” jelas siswa kelas tiga jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP) itu.

Lebih lanjut Ardana menjelaskan alasan diberinya judul Hujan kala kemarau diambil dari inti cerita yaitu saat seseorang sedang mengenal jatuh cinta dengan seseorang namun belum bisa diungkapkan, dan ternyata orang yang dicintainya meninggalkannya untuk selamanya.

“Seperti hari yang sedang kemarau misal lagi bahagia-bahagianya menikmati cerahnya hari dimusim kemarau tapi tiba-tiba malah turun hujan,” ungkapnya.

Hujan Kala kemarau dikatakan Ardana terinspirasi dari puisi karya Heny Taslimah yang juga sekaligus dijadikan soundtrack filmnya itu. Terkait project berikutnya, kedepan Ardana bersama tim akan membuat karya film pendek bersambung yang akan dipublikasikan melalui platform youtube.

Ia pun berharap karya-karya nya yang dibuat bersama 25 temannya itu bisa diketahui serta dapat menginspirasi masyarakat luas bahwa pemuda pun bisa bebas berkarya meski tidak menggeluti dibidangnya.

“Pesan dalam film ini mengajari kita untuk menghargai setiap waktu bersama sahabat, dan janganlah memendam rasa kepada seseorang sebelum semuanya terlambat,” terangnya.

BACA JUGA:  Inilah Jadwal Pelayanan Penerbitan Paspor Jamaah Haji Tahun 2016

Sementara menurut Heny Taslimah selaku mentor, akting beberapa aktor dan aktris dinilai. sudah layak tayang, untuk kelas amatir mereka sudah lumayan. Namun anak-anak harus lebih banyak belajar mengatur waktu dalam proses casting, reading, akting, shooting, editing dan layouting.

“Semoga tiap tahun Forbest (Forum Bahasa Indonesia Stembatema) dapat memproduksi film dengan tema yang berbeda dengan tetap memegang teguh budi pekerti luhur dan adab,” pungkas Heny.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.