Sikunir Macet, Dibanjiri Ribuan Wisatawan

WONOSOBOZONE – Tepat pada tanggal 3, 4 dan 5 April 2015 Bukit Sikunir di banjiri wisatawan yang ingin menikmati sensasi matahari terbit dari bukit yang berketinggian 2.350 meter dari permukaan laut ini. Sejak pukul 03.00 dini hari ratusan mobil sudah terlihat lalu lalang di jalur Wonosobo-Dieng. Kebanyakan plat mobil mereka berasal dari Ibu kota Jakarta, Surabaya, daerah Jawa Tengah, Yogyakarta, Bandung dan Jawa Timur bahkan ada juga yang bernomor plat Bali. Disetiap malam minggu pun banyak wisatawan yang berbondong-bondong ke obyek wisata yang paling fenomenal ini apalagi saat long weekend tiba pastinya ribuan wisatawan pun datang.
“Terhitung sejak pukul 02.00 pagi tadi wisatawan banyak yang sudah tiba di sini, katanya biar tidak kehabisan tempat parkir” kata salah satu petugas tiket masuk Sikunir Sunrise saat di temui tim warta dieng.co. Saat jarum jam menunjukkan jam 03.00 pagi memang area parkir sikunir sudah di penuhi banyak kendaraan baik kendaraan roda 2 maupun roda empat untuk mencari tempat yang sedikit longgarpun agak sulit padahal masih banyak puluhan mobil yang masih mengantri disepanjang jalan dari desa sembungan menuju arah parkir di kaki  Bukit Sikunir.
Tidak hanya jalan raya menuju area parkir bukit sikunir yang padat merayap, jalan pendakian menuju puncak bukit juga sangatlah padat jadi bisa di bilang macet. “ Wow…..tidak hanya Jakarta saja nie yang macet, Gunung juga macet”, Ujar kata wanita setengah baya yang berjalan tepat di samping tim warta dieng.co. Biasanya waktu yang dibutuhkan menuju Puncak Sikunir kurang lebih dapat ditempuh dengan waktu 30 menit, kemarin pas long weekend tiba lama perjalanan bisa mencapai kurang lebih 50 menit karena memang jalan yang terlalu padat dan mengharuskan para pendaki untuk berjalan lebih pelan dan berantrean. Apalagi banyak para pendaki yang tidak kuat kemudian mereka berhenti di tengah-tengah jalan yang menyebabkan perjalanan pendaki di bawahnya terhambat. So harus sabar-sabar menanti jika ingin melihat matahari terbit dari Puncak Bukit Sikunir saat weekend maupun long weekend mulai tiba.
Untungnya pada tanggal 3-5 April lalu cuaca di Dieng cukup cerah, padahal hari-hari sebelumnya wilayah Dieng selalu diguyur hujan dan dirundung kabut tebal. Jadi sangatlah beruntung ya para sunrise hunter yang datang di long weekend kemarin. Saat waktu mulai menginjak pukul 05.10 dan hari sudah mulai terang terlihatlah ribuan wisatawan memadati seluruh area sunrise baik di post-post pertama maupun post paling puncak. Apalagi di bagian tepi timur tak sejengkal area pun yang kosong mereka saling berebut tempat untuk mengincar matahari terbit akan tetapi semuanya masih terkondisi.
Suara jepretan kamera maupun teriakan para wisatawan mulai terdengar saat matahari memancarkan sinar keemasan. Memang Golden Sunrise pagi itu tidak terlalu sempurna karena tertutup sedikit kabut akan tetapi para wisatawan juga terlihat enjoy berpotret ria dan memandangi landscape gunung Sindoro dan pegunungan lain di sekitar Dieng yang tampak begitu mempesona. “Pokoknya tidak rugi guys, bangun jam 3, harus ngantri mendaki, jalan sempit licin lagi, ternyata memang indah seindah foto-foto promosi diinternet dan pastinya tidak menyesal mengajak family ke Dieng, mereka merasa senang”, Kata Ibu Vina yang datang dari Solo Jawa Tengah berserta anggota keluarga beliau.
Macet digunung tak hanya saat mendaki saja, ketikan pulangpun menuruni bukit jalanan sungguh padat. Memang jalanan agak licin karena 3 hari silam Sikunir diguyur hujan terus menerus hal inilah yang menyebabkan para wisatawan harus jalan-pelan-pelan. Perjalanan sempat terhenti sekitar 30 menit di dekat post pertama memang disitulah jalan tamapak sempit sekali dan harus dilalui dengan satu orang saja.
Ada beberapa tips jika Anda dan keluarga ingin mengadakan perjalanan menyapa matahari terbit di Puncak Bukit Sikunir saat weekend maupun long weekend. Agar tidak kehabisan tempat parkir diusahakan jam 03.30 sudah di sekitar area Bukit Sikunir.Pakailah sepatu yang cocok untuk tracking agar tidak menghambat perjalanan Anda. Untuk usia balita dan lansia memang tidak dianjurkan menuju puncak bukit karena jalanan yang masih alami berupa batu dan tanah. (Source: Dieng.co)
Ribuan Wisatawan Padati Puncak Sikunir

lintasme.init(‘right’); // options : left, top, bottom, right

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here