Temukan Makanan Mengandung Zat Berbahaya, Dinkes Beri Teguran dan Pembinaan kepada pedagang

WONOSOBOZONE – Untuk menjamin keamanan pangan dari zat-zat berbahaya selama lebaran. Tim gabungan melakukan sidak di sejumlah pusat jajanan selama Ramadhan (Pujasera), Pasar Tradisional dan swalayan yang ada di Kabupaten Wonosobo. hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar semua jenis makanan yang akan dikonsumsi saat lebaran aman dan bebas dari zat berbahaya.

Sejak pertengahan bulan Ramadhan tahun ini, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM, Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan, Bagian Perekonomian Setda, Satpol PP dan Polres Wonosobo sudah melakukan sidak di berbagai tempat penjual makanan. kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo Junaedi, Rabu (29/05/2019).

Kami melakukan sidak di pusat jajanan takjil seperti di Pujasera Masjid Al-Mansur, Sudagaran dan Pasar Kertek. Sidak juga dilakukan di Rita Pasaraya dan Trio Swalayan,” katanya.

Junaedi menyebutkan, tim gabungan juga melakukan sidak di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Wonosobo, seperti Pasar Induk Wonosobo, Pasar Garung, Pasar Kejajar, Pasar Selomero, Pasar Kaliwiro, Pasar Kertek dan Pasar Sapuran. Hasilnya, masih ditemukan makanan yang mengandung zat-zat berbahaya dan produk makanan yang sudah kadaluwarsa serta rusak.

Di tiga pujasera semua sampel makanan yang kita tes hasilnya negatif semua alias aman untuk dikonsumsi. Untuk di Rita Pasaraya dan Trio Swalayan, kita menemukan puluhan makanan kadaluwarsa dan rusak yang masih diperjualbelikan,” katanya.

Lebih lanjut Junaedi menambahkan, tim gabungan juga menguji sebanyak 119 sampel bahan makanan dari tujuh pasar tradisional yang dilakukan pantauan. Dari ratusan sampel tersebut ditemukan 4 bahan makan mengandung methanil yellow, 6 bahan makanan mengandung rhodamin, 8 bahan makanan mengandung formalin dan 3 bahan makanan mengandung boraks.

BACA JUGA:  BKSDA Masih Buka Kesempatan Investasi Swasta di Sektor Wisata Alam

Untuk methanil yellow ini ditemukan di tahu kuning, rhodamin atau pewarna tekstil ditemukan di krupuk cantir dan rengginang, untuk formalin ditemukan di cumi serta ikan teri, sementara boraks ditemukan di garam bleng,” jelasnya.

Junaedi juga sudah melakukan teguran dan pembinaan langsung kepada para pedagang agar tidak menjual produk yang mengandung zat berbahaya. Selain itu, pihaknya juga sudah menyuruh para pedagang untuk mengamankan sendiri bahan makanan yang mengandung zat berbahaya dan untuk selanjutnya dikembalikan ke distributor, bila tidak pedagang harus memusnahkan makanan tersebut sendiri.

Kami juga sudah menelusuri dan memberi himbauan kepada para pengepul utama makanan tersebut. Apabila dilain waktu masih ditemukan kembali maka akan dibawa ke jalur hukum,” tuturnya.

Kemudian rencana tindak lanjut yang akan dilakukan oleh Dinkes Wonosobo dari temuan bahan makanan yang mengandung zat berbahaya ini, apabila dihasilkan dari industri rumahan maka pihaknya akan melakukan peninjauan ke tempat pelaku usaha. Namun apabila bahan makanan tersebut berasal dari luar kota, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait di daerah asal agar dilakukan pembinaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.