Setahun, Dinkes Wonosobo Terima 80 Kunjungan Kaji Banding

Kadinkes Okie Hapsoro menerima Kaji Banding dari Dinkes Kabupaten Bekasi
WONOSOBOZONE – Memiliki Puskesmas pertama yang
terakreditasi secara Nasional membawa konsekuensi logis bagi Dinas Kesehatan
Kabupaten Wonosobo, yaitu harus siap menerima pihak-pihak dari luar daerah yang
ingin belajar dan melakukan kajian. Hal itu terlihat di sepanjang Tahun 2015
lalu, di mana Dinkes Kabupaten Wonosobo menerima tak kurang dari 80 kunjungan
Kaji Banding dari berbagai daerah se-Indonesia. “Kami memang membuka pintu
lebar-lebar bagi siapapun dan dari manapun yang berkeinginan datang ke
Wonosobo, bahkan selama Januari ini saja sudah ada 5 kunjungan” kata
Kepala Dinkes, dr Okir Hapsoro ketika ditemui di sela penerimaan rombongan kaji
banding dari Dinkes Kabupaten Bekasi, Kamis (28/1).
Menurut Okie, kebanyakan dari rombongan
yang berkunjung ke instansinya memang memiliki rasa penasaran terhadap
Puskesmas Wonosobo I. “Mereka rata-rata bermaksud untuk melakukan kajian
terhadap Puskesmas Wonosobo I, yang oleh Pemerintah Pusat dinobatkan sebagai yang
pertama diakreditasi dari sisi manajemen administrasinya,”  beber
Okie. Selain di puskesmas Wonosobo I, menurut Okie, kunjungan juga ditujukan
untuk mempelajari sistem pelayanan di Puskesmas Garung dan pelayanan rawat inap
di Puskesmas Selomerto I. “Ketiga puskesmas tersebut selama ini menjadi
satu paket kajian, termasuk untuk rombongan dari Kabupaten Bekasi ini,”
lanjut Okie.
Dalam setiap penerimaan Kaji Banding,
Okie mengaku berupaya menjelaskan bahwa peningkatan layanan kesehatan di
Wonosobo memang dilakukan secara simultan. “Diperolehnya akreditasi bukan
menjadi akhir dari upaya tersebut, dan malah menjadi titik tolak bagi langkah
kami untuk mewujudkan derajat kesehatan secara komprehensif bagi seluruh
masyarakat,” katanya. Sasaran dari peningkatan layanan, termasuk dengan
menggunakan sistem kesehatan daerah (Siskesda), dikatakan Okie adalah untuk
menekan resiko-resiko yang potensial terjadi, termasuk angka kematian Ibu (AKI)
dan Angka Kematian Bayi (AKB).
Apa yang dikemukakan Okie tersebut
selaras dengan tujuan kaji banding rombongan Dinkes Kabupaten Bekasi. Seperti
dikatakan Kadinkes Bekasi, dr Muharman SpJP, FIHA, yang menyebut bahwa
kedatangan pihaknya memang untuk belajar banyak tentang Siskesda. “Kami
juga berencana untuk membawa Puskesmas di Kabupaten Bekasi agar memiliki sistem
layanan dan manajemen seperti di Wonosobo,” terang Muharman. Selama 3 hari
berada di Wonosobo, Muharman mengaku akan membagi 3 tim untuk diterjunkan ke
Puskesmas Wonosobo I, Selomerto I dan Puskesmas Garung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here