Serma Sutardi, Penggemar Fitness Sukses Dirikan Gordon Gym

WONOSOBOZONE – Kisah sukses yang diawali dari sebuah kegemaran alias hobby sudah banyak terungkap. Namun, terdengar unik, ketika sosok sukses yang berhasil mengembangkan hobby menjadi potensi ekonomi adalah seorang personel TNI. Adalah Sersan Mayor (Serma) Sutardi, personel Kodim 0707/Wonosobo yang sejak Tahun 2004 lalu merintis usaha pusat kebugaran (fitness Center), karena hobbynya pada olahraga angkat beban dan pembentukan tubuh. Didukung profesinya sebagai benteng Negara yang menuntut kebugaran fisik, Sutardi merasa perlu menularkan kegemarannya itu kepada teman-teman sejawatnya.
“Awalnya sekedar menyalurkan hobby dengan masuk menjadi member di salah satu pusat kebugaran di Ambarawa,” tutur Sutardi saat ditemui di Makodim 0707/Wsb, Rabu (25/5). Kisah pun berlanjut, karena dari keikutsertaanya sebagai anggota di fitness center tersebut, Komandan Kompinya di Batalyon Kavaleri 2/Tank Ambarawa, Kapten Kav Rony Tobigo tertarik untuk mengajaknya membuat pusat kebugaran sendiri di kesatuan. Keinginan tersebut diakomodasi oleh Komandan Batalyon, Letkol Kav Widy Seno, dan bahkan kemudian ia memperoleh bantuan peralatan dari persatuan angkat berat Indonesia (PABSI) Jateng. “Bantuan peralatan kami lanjutkan dengan menambah nya melalui pembelian alat fitness sampai kemudian lengkap, ditambah gedung dan prasarana pendukung lainnya,” ungkap lulusan Secaba 92 tersebut.
Bertindak sebagai instruktur bagi teman-temanya sesama prajurit, diakui Sutardi sangat menyenangkan, karena selain hobbynya tersalur, ia juga berhasil menularkan kebiasaan baik untuk rekan-rekan kerja. Sampai kemudian dipindahtugaskan ke Kodim 0707/Wsb beberapa tahun kemudian, Sutardi masih berupaya melanjutkan kebiasaan positif tersebut. “Karena Wonosobo ini menjadi tanah kelahiran saya, maka keinginan untuk mengembangkan hobby menjadi lebih kuat, sehingga saya memutuskan untuk membangun pusat kebugaran sendiri di rumah,” paparnya. Memiliki sebuah fitness center diakui Sutardi juga menjadi salah satu mimpinya yang lama terpendam. “Tahun 2013 menjadi tonggak awal dari Gordon Gym, nama yang akhirnya saya pilih untuk pusat kebugaran tersebut,” jelas Sutardi.
Perjuangan panjang dengan melengkapi peralatan fitness mulai menampakkan hasil, ketika pada awal pembukaan, banyak anggota baru yang mendaftar di Gordon Gym. “Tahun pertama ada 115 anggota, terdiri dari anggota bulanan dan anggota yang non regular, alias hanya datang ketika memang membutuhkan untuk fitness,” bebernya. Sampai pertengahan 2016 ini, Sutardi menyebut anggota di Gordon Gym sudah mencapai 237 orang, dengan anggota aktif tiap bulan sebanuak 96 orang. Untuk bisa menikmati fasilitas kebugaran di Gordon Gym, Sutardi menyebut pihaknya tak mematok tariff tinngi. “Anggota pada bulan pertama dikenakan biaya Rp 75.000,- dan untuk bulan kedua dan seterusnya hanya Rp 50.000,-,” pungkas Sutardi.
Disamping melatih fitnes Serma Sutardi juga membuka kursus penyiapan bagi para pelajar atau para pemuda yang ingin masuk menjadi anggota TNI maupun Polri atau yang lainnya berkaitan dengan pembinaan kesemaptaan.  Kursus ini dibuka mengingat banyak anak – anak sekolah yang belum tahu apa yang harus disiapkan bila masuk menjadi anggota TNI berkaitan dengan kesiapan fisik. Sehingga setelah diberi arahan dan pembinaan maka diharapkan mereka bisa mengikuti test dapat memperoleh nilai yang baik. Sehingga bisa lolos menjadi anggot TNI maupun Polri.
Manfaat yang lain adalah memberi kesibukan istri untuk mengelola kantin dilokasi fitnes dengan melayani kebutuhan anggota fitnes sehingga sedikit banyak memberikan tambahan penghasilan keluarga.   Saat ini usaha sedang merintis usaha baru yaitu membuat tahu bakso. Usaha tahu bakso mendapat respon yang cukup baik,  permintaan tiap minggunya meningkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here