SEPI (Sekedar Pasar Impian): Sebuah Film Dokumenter Tragedi Kebakaran Pasar Induk Wonosobo

Source: https://www.youtube.com/watch?v=uH65W6JjUJM
Source: https://www.youtube.com/watch?v=uH65W6JjUJM

WONOSOBOZONE – Sebuah karya jurnalistik dalam film dokumenter tentang curhat para pedagang korban kebakaran pasar induk Wonosobo (Desember 2014). Mengisahkan bagaimana mereka bertahan dengan kondisi yang semakin menyengsarakan para pedagang pakaian di Relokasi Parkir bawah Rita. Film karya SAKSI Production yang didukung Mbakyu Blogger (Komunitas) dan Go Lokal (media lokal) ini tayang perdana pada tanggal 13 Juni di event Wonosobozone Book Fair 2015 Hal. Perpuda Wonosobo.
Kesaksian asli para pedagang direkam pada hari Minggu di bulan Juni, dengan asumsi waktu paling ramai jelang puasa dan Lebaran 2015.
Karya ini juga mendukung event #NJFWonosobo2015 – untuk mengangkat semua tentang Wonosobo. Film SEPI sudah bisa ditonton di Youtube.
Deskripsi Film:
Pemandangan gelap terlihat di dalam bangunan tiga lantai Pasar Induk Wonosobo wilayah Barat. Suasana berkabung menyelimuti tempat usaha yang kini tinggal puing-puing. Pintu gerbang pasar yang terbuat dari besi yang biasanya terbuka lebar menyambut konsumen, kini pun tertutup rapat untuk umum.
Jumlah keseluruhan pedagang Pasar Induk Wonosobo sebanyak 4.844 orang. Sebanyak 3.138 orang di antaranya menempati pasar di sebelah barat yang telah terbakar tersebut, terdiri atas 2.891 pedagang yang menempati los dan 247 pedagang menempati kios.
Pasar terbesar dikota Wonosobo ini telah terbakar beberapa kali dalam kurun waktu 20 tahun terakhir yang kebetulan selisihnya setiap 10 tahun sekali.
Pasar Induk Wonosobo pernah terbakar habis pada 30 September 1994 dan telah dibangun kembali menjadi pasar berlantai tiga yang cukup megah. Pasar itu diresmikan penggunaannya pada 24 Juli 1997 atau bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Wonosobo dan kembali terbakar pada 11 Maret 2004.
Kebakaran kecil juga pernah terjadi di kios bakso yang menyambar tujuh bangunan kios lain di sekitarnya pada 28 Februari 2014.
Kebakaran kali keempat pada 22 Desember 2014 tercatat sebagai sebuah tragedi kebakaran terbesar dalam sejarah berdirinya PASIBO.  musibah tersebut tidak memakan korban jiwa namun kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, ini merupakan pukulan telak bagi pedagang.
Kronologi Amukan si jago merah diketahui pada Senin dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB. Dalam waktu 4 jam Pasar Induk wonosobo wilayah barat habis dilalap api.
Pukul 04.00 WIB Pedagang dan oknum mulai memetak-metak jalan A.Yani dan S. Parman dengan cat semprot dan ditulis nama-nama pematok yang mengotori  jalan.
Pukul 13.30 WIB Rapat korban kebakaran bersama Bupati. Pedagang dijanjikan lapak gratis. Mereka yang membuat lapak liar akan ditindak.
Pembangunan lapak dimulai 26 Desember 2014, target seminggu untuk 1600 lapak. Empat titik relokasi: Jalan Pasar 1 dan 2, Parkir pasar timur dan jalan resimen pasar pagi.
Pada 6 Februari 2015 Jatah lapak belum ditempati. Pedagang dijalan pasar kesulitan modal. Rata-rata berhutang 100 juta. GOR dianggap tidak layak untuk berdagang pakain. Pedagang protes ke Sekda.
Maret 2015 Pedagang pakain dipindahkan ke parkir bawah Rita Pasaraya. Hingga Juni 2015 hanya sekitar 50 lapak yang ditempati dari 250 lapak yang disediakan.

Sampai detik ini penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti dan masih tanda tanya.
Dan pedagang masih bertanya-tanya,  Benarkah Pasar Induk kebakaran atau…? ada faktor lain.
Semoga Pedagang pasar induk diberi kesabaran dan segera bangkit dari keterpurukan. Berharap pemerintah secepatnya membangun gedung baru agar perekonomian Wonosobo kembali normal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here