Sejak 2013, Wonosobo Menyandang Gelar Kabupaten Termiskin di Jateng


WONOSOBOZONE – Menyandang gelar sebagai Kota termiskin di Jawa Tengah membuat pemerintah Wonosobo harus bekerja dengan lebih keras dalam mengatasi masalah tersebut dan lebih semangat untuk memberdayakan masyarakat.
Di Jawa Tengah terdapat 15 kabupaten termiskin dari 35 kabupaten/kota yang ada. Sementara Kabupaten Wonosobo merupakan kabupaten termiskin, dengan jumlah angka kemiskinan mencapai 22,08 persen.
Sementara Kabupaten Kebumen di urutan ke dua dengan jumlah angka kemiskinannya mencapai 21,32 persen. Disusul Kabupaten Rembang mencapai 20,97 persen.
Presentase penduduk miskin di Kabupaten Wonosobo yang kini berada di angka 22,08 % menjadi yang terburuk se-Jawa Tengah. Berada di bawah prosentase kemiskinan Provinsi Jateng yang 14,44 % dan Nasional 11,47 %, urutan paling buncit itu sekaligus membuat Kabupaten Wonosobo bersama 14 Kabupaten lain masuk di zona merah peta kemiskinan Provinsi Jawa Tengah, dan menjadi sasaran prioritas untuk ditanggulangi.
“Pemerintah Provinsi akan mendorong Wonosobo dan 14 Kabupaten yang masuk di zona merah bisa secepatnya mentas ke arah zona kuning”, jelas Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, dalam acara Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPD) untuk wilayah Eks Karesidenan Kedu, di Ruang Mangunkusumo Setda, Senin (21/9).
Bagi Kabupaten Wonosobo sendiri, Masuknya Wonosobo dalam daftar Kabupaten termiskin di Jawa Tengah dan berada pada posisi terbawah tersebut menjadi pemicu untuk mengakselerasi pengurangan kemiskinan.
“Selain memudahkan perizinan bagi usaha mikro kecil dan menengah, kita juga mendorong agar kaum perempuan lebih berdaya dan aktif dalam kegiatan ekonomi keluarga”, terang Sekda Eko Sutrisno Wibowo di depan para peserta Rakor.
Langkah strategis lain yang disebut Sekda dalam mengupayakan berkurangnya tingkat penduduk miskin adalah dengan mempercepat pencairan dana desa.
“Untuk tahap pertama ini, dana transfer ke desa telah cair 100 %, dan kami mendorong agar cairnya dana itu bisa digunakan untuk menyerap tenaga lokal”, beber Eko.
Dengan terserapnya dana desa untuk program-program penguatan infrastruktur, diyakini Sekda juga akan mampu mempercepat upaya penanggulangan kemiskinan di Wonosobo.
“Kita berupaya agar semua potensi, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia bisa dimaksimalkan, sehingga angka kemiskinan di Kabupaten Wonosobo bisa ditekan hingga ke angka terendah”, pungkas Sekda.
Pada tahun 2013 lalu Desa Ropoh yang berada di wilayah Kecamatan Kepil Kabupaten Wonosobo masuk dalam kategori desa paling miskin se-Jawa tengah. Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan, sehingga dibutuhkan prioritas pembangunan, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan.

Dan pada waktu itu Wabup Wonosobo Maya rosida memberikan Bantuan dalam bentuk pemugaran rumah tidak layak huni, serta pemberian beasiswa kepada anak kurang mampu yang berprestasi.

Selain Desa Ropoh, masih banyak terdapat desa-desa lain di Kabupaten Wonosobo,yang masuk kategori miskin di Jawa Tengah. Mayoritas desa miskin tersebut berada di Wonosobo bagian timur, yakni di Kecamatan Kepil dan Kecamatan Kalikajar. Oleh karena itu pemerintah akan terus berusaha melakukan prioritas pembangunan, sehingga desa-desa miskin bisa dientaskan dari kemiskinan.
Baca Juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here