SDN 1 Garung Kian Populer Sebagai Objek Study Banding

WONOSOBOZONE – Sepanjang setahun terakhir, SD N 1 Garung telah menerima 12 kunjungan bertema study banding dari berbagai daerah. Belum lama ini, sekolah yang dipimpin oleh Paryono itu bahkan menerima kunjungan rombongan pendidik dari Negara Kamboja. Menurut Paryono, hal itu tak lepas dari suksesnya program pembelajaran dengan system PAKEM di SD N 1 Garung. Pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan atau disingkat PAKEM juga membuat manajemen sekolah lebih terbuka dan transparan, jelas Paryono di sela menerima kunjungan dari gugus sultan agung, UPT Dikpora Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, Rabu (4/5).
Meski tak bisa diterapkan seketika, karena perlu penjelasan kepada semua pihak terkait, mulai dari wali murid, komite, sampai pada lingkungan di sekitar sekolah, Paryono menyebut hasilnya sangat memuaskan.
Dari keberhasilan menerapkan PAKEM itu, Paryono mengaku akhirnya cukup kewalahan menerima berbagai permintaan kunjungan study banding dari berbagai sekolah.
Sejak November 2015 lalu, kami mencatat tak kurang dari 12 kunjungan, termasuk Stuart Colin, direktur USAID Prioritas dari Amerika Serikat, tutur Paryono lebih lanjut. Selain itu, delegasi dari Lumajang, Ngawi, Pekalongan, Kendal, Jakarta, Bantul, dan beberapa sekolah di lingkup Wonosobo disebut Paryono telah datang dan mempelajari metode pembelajaran system PAKEM.
Salah satu fokus study banding, dikatakan Paryono adalah pada keterbukaan sistem pembelajaran yang melibatkan orang tua siswa. Orang tua memang terlibat cukup dalam di pembelajaran system PAKEM, termasuk mendorong anak didik untuk membudayakan membaca, terang Paryono.
Pihak komite sekolah, menurut Paryono juga sangat aktif berpartisipasi memajukan sekolah, termasuk dengan melibatkan orang tua di dalam kelas untuk mendampingi siswa di kegiatan belajar mengajar (KBM). Hal itu dibenarkan Ahmad Sakdun, ketua komite sekolah yang juga hadir menerima kunjungan study banding rombongan gugus Sultan Agung. Menurut Sakdun, sejak adanya keterlibatan orang tua siswa di KBM, prestasi siswa juga meningkat. Wali murid yang turut mendampingi KBM di kelas jadi paham mengenai apa saja yang diperlukan anak-anak mereka di kelas, tutur Sakdun.
Pun dengan urusan keuangan sekolah, orang tua siswa yang tergabung dalam paguyuban juga turut mengawasi, sehingga potensi penyelewengan keuangan sekolah bisa ditekan. Sekolah menerapkan pembelajaran tanpa adanya pungutan, sehingga orang tua siswa memiliki inisiatif dalam mendukung proses belajar putra-putrinya, jelas Sakdun lebih lanjut.
Salah satu bentuk dari kepedulian orang tua, menurut Sakdun adalah dengan kerelaan mereka menentukan anggaran sendiri, termasuk dalam hal desain kelas. Efeknya adalah adanya perbedaan fasilitas di setiap kelas, karena masing-masing memang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan diakomodasi oleh orang tua mereka, beber Sakdun. Siswa pun, dikatakan Sakdun menjadi sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran. Pembelajaran di sekolah, ditegaskan Sakdun menjadi sangat hidup dan membuat semua pihak bersemangat dalam mengupayakan kemajuan SD N 1 Garung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here