SD Jlamprang Dan MI Kalibeber Juara Bersama di Turnamen Takraw MUHI Cup One 2016

WONOSOBOZONE  – Kejuaraan sepak takraw Muhi Cup One 2016 yang telah berlangsung selama 3 hari terakhir, Kamis (15/12) resmi ditutup. Ketua Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) Kabupaten Wonosobo, Gatot Hermawan mengaku bersyukur, antusiasme dan semangat para peserta dalam turnamen itu sangat bagus, meski terkendala cuaca yang kurang bersahabat. Dua tim yang bertanding di final, yaitu SD Jlamprang dan MI Kalibeber, dikatakan Gatot layak dinobatkan sebagai juara bersama. Dalam pertandingan puncak yang digelar di lapangan SMP Muhamadiyah I Wonosobo tersebut, kedua tim menurut Gatot awalnya memang bermain normal dan saling kejar poin.
Namun karena hujan deras yang mendadak turun di tengah pertandingan, panitia akhirnya memutuskan untuk melanjutkannya di arena lapangan indoor GOR SMP Muhamadiyah. Hal itulah yang kemudian menurut Gatot memicu permasalahan, karena pemain di salah satu tim mengeluhkan kondisi lapangan. “Lapangan antara indoor dengan outdoor memang berbeda, dan itu dikeluhkan para pemain karena kurang terang serta agak licin sehingga permainan tidak bisa berkembang sesuai keinginan mereka,” jelas Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPMPPT) itu. Pihaknya mengakui, hal itu menjadi salah satu tantangan bagi PSTI maupun KONI Kabupaten Wonosobo, karena selama ini cabang sepak takraw telah menyumbang prestasi cukup membanggakan, namun pemerintah daerah belum mampu menyediakan lapangan yang memadai.
Selain Juara I yang akhirnya dibagi dua tim, pihak panitia diakui Gatot juga menobatkan SD 1 Selomerto dan SD 5 Wonosobo sebagai juara ketiga bersama. “Alasannya sama karena memang lapangan tidak memungkinkan digunakan untuk mengggelar pertandingan,” tandasnya. Dari turnamen Muhi Cup One 2016 tersebut, Gatot mengaku pihaknya semakin optimis generasi penerus prestasi Takraw di Wonosobo tak akan surut. “Turnamen ini sekaligus sebagai media kami memupuk bibit baru sepak takraw di Kabupaten Wonosobo, sehingga ke depan akan semakin banyak prestasi yang bisa diraih,” harapnya.

Harapan itu sejalan dengan keinginan Ketua Panitia turnamen, Dwi Harsono, yang menyebut turnamen itu digelar untuk menumbuh kembangkan olah raga sepak takraw di kalangan generasi muda. Menggunakan skema setengah kompetisi, turnamen  yang diikuti 20 tim putra SD/MI non master itu  juga diharapkan mampu memupuk solidaritas dalam jiwa setiap peserta, serta membantu program pemerintah daerah dalam bidang olah raga, khususnya sepak takraw.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here