Sarasehan Khidmah Santri Untuk Negeri

WONOSOBOZONE – Setelah upacara peringatan Hari Santri tingkat Kabupaten Wonosobo selesai dilaksanakan acara dilanjutkan dengan sarasehan bertempat di Pendopo Bupati dengan tema yang diusung Khidmah Santri Untuk Negeri dengan nara sumber Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Dwi Hariyono, KH Habibullah Indris Ketua MUI Jawa Tengah dan Atho’illah Asy’ar Pengasuh Penpes PPTQ Al Asy’ariyah Wonosobo, Sabtu (22/10).
 KH Habibullah Indris membahas tentang sejarah perjuangan santri dalam membela dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.  Juga menceritakan peran Ulama dalam menentukan Pacasila sebagai dasar negara. Peran ulama itu adalah ketika Presiden Soekarno minta saran tentang Sila ke 1 dalam Pancasila, karena pada saat itu terjadi dua pendapat yaitu yang sesuai dengan Piagam Jakarta atau yang sesuai dengan Pancasila yang sekarang yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa.  Setelah melalui istihoroh para ulama NU memutuskan bahwa sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.  Ini menunjukkan bahwa ulama NU sangat peduli dengan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Letkol Czi Dwi Hariyono mengangkat tema Sinergits Tentara dengan Santri. Tentara tidak bisa dilepaskan dari santri, sebab jaman dahulu sebelum ada TNI, bangsa Indonesia mempunyai laskar – laskar yang kelak menjadi cikal bakal terbentuknya TNI.  Pimpinan para laskar sebagian besar adalah para kyai.  Setelah Tentara terbentuk para kyai itu kembali kepesantren sedang tugas membela negara diserahkan kepada yang lainnya.
Demokrasi yang paling cocok dan ideal bagi Indonesia adalah demokrasi ala santri. Dimana demokrasi yang masih memegang teguh nilai – nilai etika dan estetika.  Tidak seperti yang sekarang sedang melanda negeri ini.    Hidup ini harus saling menghargai dan menghormati jika itu semua bisa diterapkan dalam kehidupan negara maka bangsa Indonesia akan semakin jaya. 
Akan tetapi saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami permasalahan – permasalahan yang cukup komplek salah satunya masih ada kelompok yang ingin mengganti dasar negara kita.  Untuk itu tidak ada kata lain kita semua khususnya para santri harus bisa bertindak dan berbuat yang terbaik untuk negeri ini dengan cara kita semua harus sadar sebagai warga negara, maka wajib hukumnya patuh dan taat pada hukum negara ini.  Jangan menjadi penghianat negara. Akan tetapi jadilah virus kebaikan dan buatlah sistem imun untuk menangkal hal – hal yang akan merusak dan merongrong kewibawaan negara dan yang tak kalah penting adalah kita dalam berbuat dan bertindak didasari dengan rasa rela serta iklas untuk kemajuan NKRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here