Sang Inspirator Purna Tugas

WONOSOBOZONE – Pengabadian kepada negara lewat institusi TNI usai sudah, akan tetapi jasa dan karya serta dedikasinya tidak akan terlupakan oleh setiap orang yang pernah berjumpa dengannya.  Itu yang terjadi pada hari Jumat 3 Juni 2016 Kapten inf Tukul melepas jabatannya sebagai Perwira Seksi Teriotiral bertempat di Halaman Makodim.  Acara purna tugas dipimpin oleh Komandan Kodim Letkol Czi Dwi Hariyono  dihadiri anggota dan Persit kartika Chandra Kirana Cabang XXVII.(4/1).
Pada upacara tersebut Letkol Czi Dwi Hmenyampaikan atas nama Negara mengucapkan banyak terima kasih atas pengabdian selama ini kepada Negara dan bangsa melalui menjadi tentara.  Selamat kembali lagi kemasyarakat karena tentara itu berasal dari rakyat dan sekarang sudah purna maka kembali lagi ke rakyat.   Lanjutkan pengabdiannya dimasyarakat,  karena kita mengabdi itu tidak hanya menjadi anggota TNI.  Justru diluar pengabdian masih banyak lagi tinggal kita mau atau tidak saja.  Dalam pesannya yang selanjutnya  kepada para anggota yang masih aktif agar bisa mencontoh kapten inf Tukul mengabdi kepada negara tanpa pamprih.  Bisa berkreasi membantu sesama yang membutuhkan.
Mengabdi selama 35 tahun Kapten InfTukul bertugas awal di Ambon.   Dan untuk di kodim Wonosobo selama 18,5 tahun dimulai dari Jabatan Pasi Ops, Danramil Mojotengah, Danramil Kertek, Danramil Kejajar, Pasi Minlog, kembali menjadi Danramil Mojotengah dan terakhir menjadi Pasi Ter. Tanda penghargaan yang diterima mulai masa kesetiaan 8 tahun, 16 tahun, 24 tahun, Bintang Narariya, Bantala. Sedangkan tugas operasi di Irian Jaya.
Dinas yang paling berat akan tetapi berkesan menurut Kapten Tukul adalah saat menjabat sebagai perwira seksi teriorial. Karena menjadi Pasiter dituntut untuk membantu menyukseskan ketahanan pangan, disaat bersamaan harus menyuksekan program TMMD dan tugas yang lainnya.
Kapten Inf Tukul sebagai seorang perwira mempunyai jiwa kreatif yang tinggi dan sengat menolong kepada sesama begitu kuat.  Hal itu dibuktikan dengan memberikan ketrampilan kepada siapapun tanpa mengharap imbalan uang.  Ketrampilan diberikan kepada semua orang tanpa pilih – pilih mulai dari anggota Kodim, organisasi masyarakat dan pemuda, organisasi wanita bahkan para napi di LP pun tidak ketinggalan diberikan ketrampilan.  Ketrampilan yang diberikan seperti membuat springbad, cat tembok, hanger baju, jas hujan dan ketrampilan lainnya.  Dari pemberian ketrampilan tersebut sudah banyak yang bisa mandiri untuk berkarya dan memberikan penghasilan untuk keluarga bahkan ada yang sudah mempunyai karyawan.  Bahkan ada salah satu binaannya yang saat ini menerima pesanan dari Kalimantan.
Disamping menjadi anggota TNI Kapten Inf Tukul juga berkiprah diluar sebagai Ketua Komite dibeberapa sekolah seperti SMPN1 Mojotengah, SMAN 2 Wonosobo, SMKN1 Mojotengah, SMK Wiratama.  Disamping itu beliau menjadi ketua keamanan Desa Mudal. Diluar itu banyak kegiatan sosial yang dilakukannya.
Itu semua bisa terlaksana berkat moto yang dipegangnya yaitu “kita adalah bawahan”, apapun pangkat kita adalah bawahan.  Tugas seorang bawahan adalah bekerja dengan dilandasi Iktikat (niat), iklas dan Ibadah (3I).  Sehingga jika sudah dilandasi hal tersebut maka beban pekerjaan yang berat akan terasa ringan.  Disamping itu dengan bekerja yang baik akan membawa kita ke aura positif dalam kehidupan rumah tangga.  Pesan yang terakhir adalah walau Kapten Inf Tukul sudah purna tugas akan tetapi beliau siap untuk dipanggil untuk membantu membina orang – orang yang membutuhkan ketrampilan dengan gratis.
Reporter: Pendim0707/ridho, s.kom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here