SAKA Kalpataru Klaten Belajar Ke Wonosobo

WONOSOBOZONE – Saka Kalpataru Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Klaten belajar ke SMUN I Mojotengah Wonosobo, Rabu, 14 Desember. Menurut pimpinan rombongan, Ketua Pinsaka Kalpataru Kabupaten Klaten, Bambang Subiyantoro, alasan mereka melakukan studi tiru ke SMA I Mojotengah, karena Saka Kalpataru Wonosobo lebih dulu terbentuk, serta banyaknya pengalaman yang dimiliki Kwarcab Wonosobo, yang mana salah satunya, telah menjadi wakil Kwarda Jawa Tengah untuk mengikuti kegiatan lingkungan di pusat.
Bambang mengungkapkan, di wilayahnya, dalam pengelolaan dan pengolahan lingkungan hidup, harus melibatkan semua stakeholder, tidak terkecuali termasuk pramuka dari segala lini,  yang berperan sebagai penyambung sosialisasi kepada masyarakat umum, khususnya terkait lingkungan hidup.
Sedangkan menurut penjelasan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Wonosobo,  Muawal Soleh, meski punya potensi, sebenarnya saka kalpataru di Wonosobo belum begitu berkembang. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah anggota Saka Kalpataru yang masih sedikit dan belum semuanya aktif. Artinya belum setiap gugus depan memiliki Saka Kalpataru ini. 
Munculnya atau lahirnya saka kalpataru di Wonosobo sendiri, bermula dari permintaan pengiriman anggota saka lingkungan hidup, dalam rangka kemah bhakti ke Karang Geneng Kabupaten Semarang, sehingga mau tidak mau harus membentuk saka kalpataru ini.
Sehingga saat ini sudah terbentuk saka kalpataru, dengan percontohan di SMUN I Mojotengah. Dipilihnya SMUN I Mojotengah, tidak terlepas karena adanya kelebihan atau keunggulan tersendiri tentang lingkungan hidup, serta memiliki kurikulum yang peduli atau pro lingkungan dan merupakan green school di Wonosobo. Rencana berikutnya, pembentukan saka kalpataru akan diikuti SMA Takhasus Kalibeber, dan SMU Kertek. 
Senada, dikatakan Kepala Sekolah SMUN I Mojotengah, Sri Widyastuti, sebenarnya saka kalpataru sudah terbentuk beberapa waktu yang lalu, namun sepat fakum, walaupun sudah ada kesepakatan bahwa SMUN I Mojotengah sebagai pos kegiatan tersebut.
SMUN I Mojotengah sendiri tetap eksis dengan kegiatan pramukanya, ditunjukkan dengan kegiatan yang dilakukan sejak tahun 2012 dan sudah merintis kearah pramuka berbasis lingkungan yang dipadukan dengan program sekolah adiwiyata.
Terkait hal ini, beberapa kegiatan lingkungan yang telah dilakukan pihaknya, diantaranya mengolah kulit durian menjadi briket untuk masak, kemudian limbah kantin dijadikan pelet ikan, log jamur tidak terpakai atau serbuk gergaji diolah menjadi pupuk organik, daun serai diolah menjadi pestisida nabati yang ramah lingkungan pengganti semprot kimia, serta pengolahan pastik atau limbah apapun menjadi olahan yang bernilai lebih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here