Ruas Sicanggah (Silento) Mulus, Wonosobo – Magelang 20 Menit Lebih Cepat

Jalur Wonosobo-Magelang via Kepil Terpantau Mulus
WONOSOBOZONE – Tuntasnya proyek peningkatan jalan Kabupaten di ruas Sicanggah, Randusari Kepil, yang merupakan penghubung utama Wonosobo – Magelang via Sapuran membuat berkendara menjadi jauh lebih singkat. Terlebih, baru-baru ini salah satu ruas di desa Kagungan, yang dikenal sebagai tanjakan Siroto dan berstatus sebagai jalan provinsi juga selesai proses betonisasi. Menurut beberapa pengguna jalan yang sehari-harinya menggunakan jalur silentho, mulusnya ruas Sicanggah dan selesainya betonisasi di tanjakan Siroto membuat waktu tempuh Wonosobo – Magelang atau sebaliknya menjadi jauh lebih cepat.

“Sudah enak dan jauh lebih nyaman dibandingkan kondisi 2 bulan lalu, sehingga kami bisa menghemat waktu hampir setengah jam dengan kendaraan roda 4,” tutur Indra (38), pengemudi mobil travel Wonosobo – Jogjakarta yang mengaku hampir setiap hari melewati jalur Silentho. Pengakuan yang sama juga disampaikan Widodo (25), karyawan di salah satu perusahaan jasa keuangan di Sapuran asal Salaman, Magelang. Ditemui tengah rehat di rest area Desa Beran, lajang yang sehari-harinya mengendarai sepeda motor untuk aktivitasnya itu, mengaku ia kini hanya perlu 20 menit dari rumahnya di Salaman ke tempat kerja di Sapuran. “Sebelum ruas Sicanggah diperbaiki, waktu tempuhnya sekitar 40 menit karena banyak lubang yang membuat saya harus ekstra hati-hati,” bebernya.

Terkait telah mulusnya ruas sepanjang hampir 3 kilometer tersebut, Kabid Sumber Daya Air dan ESDM Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Wonosobo, Esti Mulyanto menjelaskan, bahwa proses peningkatan jalan Randusari yang menelan anggaran lebih dari 4,6 Milyar Rupiah itu belum sepenuhnya selesai. Ditemui di kantornya, Jumat (23/9) Esti menyebut pihaknya masih menunggu proses pengerjaan pasangan jalan, termasuk drainasenya. “Untuk overlay aspal memang sudah tuntas karena prioritas demi kenyamanan pengguna jalan, tapi pihak pelaksana kegiatan masih harus merampungkan pengerjaan drainase, demi menjaga agar aspal tak mudah rusak, mengingat curah hujan di kawasan tersebut tergolong tinggi,” terang Esti. Pihaknya mengaku mematok target untuk penuntasan pasangan jalan di ruas Randusari. “Sampai pada tahap penyerahan hasil pekerjaan kami target paling lambat pertengahan bulan November 2016,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here