RSUD Setjonegoro BERMUTU Jadi Andalan Hadapi Tim Survei Akreditasi Rumah Sakit

WONOSOBOZONE – RSUD Krt.Setjonegoro menyiapkan program RSUD Setjonegoro BERMUTU dalam menghadapi tim survei akreditasi rumah sakit, dari lembaga independen, Komisi Akreditasi Rumah Sakit, yang mulai melakukan penilaian akreditasi rumah sakit, Rabu, 11 Mei sampai 13 Mei.
Program yang diluncurkan sejak 25 April 2016 ini, menurut Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Krt.Setjonegoro Kabupaten Wonosobo, Mohamad Riyatno, antara lain mengutamakan keselamatan pasien menjadi tujuan utama dan budaya kerja, bertekad bulat melayani pasien dengan sepenuh hati, senantiasa meningkatkan kompetensi demi menjamin keselamatan pasien serta melaporkan setiap kejadian yang berhubungan dengan keselamatan pasien sebagai budaya lapor. Ia optimis, predikat akreditasi penuh paripurna akan bisa diraih RSUD Krt.Setjonegoro yang didukung segenap sivitas hospitalia yang ada.
Menurutnya, dalam perjalanan pengembangan rumah sakit, sebagai pemberi pelayanan kesehatan, sejak ditetapkan sebagai Badan Rumah Sakit Daerah Unit Swadana sejak tahun 1999, terdapat peningkatkan yang cukup signifikan, khususnya dalam pemanfaatan rumah sakit oleh masyarakat sekitar sebagai pemberi pelayanan kesehatan. Hal inilah yang melandasi rumah sakit bertipe C, yang memiliki luas tanah 7445 meter persegi, 246 tempat tidur dan terbagi dalam 6 blok gedung ini, menetapkan visi rumah sakit, menjadi rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan prima, menyeluruh dan terintegrasi sesuai dengan standar nasional.
Beberapa keunggulan yang juga jadi keuntungan rumah sakit ini untuk meraih predikat akreditasi penuh paripurna adalah tenaga spesialis sudah melebih syarat minimal untuk standar rumah sakit tipe C, komitmen tenaga medis cukup baik, khususnya dokter yang masih memiliki komitmen untuk hadir di rumah sakit diluar jam kerja PNS, serta peralatan yang dimiliki masih dalam kondisi baik, sehingga rumah sakit tidak perlu melakukan investasi awal untuk peralatan-peralatan tersebut, disamping lokasi rumah sakit yang dekat dengan pusat perbelanjaan dengan transportasi umum yang relatif mudah.
Selain itu, bangunan baru yang sangat luas memungkinkan untuk mengeksploitasi pemanfaatan ruang pada kegiatan-kegiatan baru yang dikembangkan, sudah ada aktivitas pelatihan internal untuk meningkatkan kompetensi tenaga fungsional serta menjadi tempat pendidikan beberapa jenis profesi tenaga kesehatan. Termasuk beberapa raihan penghargaan, seperti dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia atas penghargaan sebagai pengelola terbaik rumah sakit sayang ibu dan bayi tingkat Provinsi pada tahun 2007.
Nina Sekartina dari tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit, yang datang bersama anggota tim lain, Farid Aziz dan Gandauli Panggaben, mengungkapkan, selama tiga hari pihaknya akan melakukan beberapa kegiatan survei akreditasi, diantaranya telaah dokumen dan rekam medis tertutup serta telusur dokumen di hari pertama, klarifikasi pagi atau melihat kondisi langsung pelayanan pasien di rumah sakit dan telusur penuh dokumen jadi agenda hari kedua, sementara di hari terakhir, selain klarifikasi pagi, juga dilakukan wawancara pimpinan, exit conference dan ditutup dengan rapat penetapan di malam harinya.
Survei yang dilakukan sendiri dilakukan berdasarkan survei versi tahun 2012, yang terdiri dari 1048 elemen penilaian, meliputi kelompok standar pelayanan berfokus pada pasien sebanyak 436 elemen, kelompok standar manajemen rumah sakit sebanyak 569 elemen, sasaran keselamatan pasien rumah sakit sebanyak 24 elemen dan standar program nasional untuk penurunan AKI, AKB, HIV/AIDS dan Tuberkulosis. Sebelumnya survei dilakukan pada tahun 2009, berdasarkan 15 kelompok penilaian.
Sementara Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo, mewakili Pemerintah Kabupaten Wonosobo, mengaku cukup apresiatif dengan upaya yang dilakukan RSUD Krt.Setjonegoro. Ia berharap, selain akreditasi penuh paripurna diperoleh, juga akan lebih meningkatkan mutu layanan kepada pasien rumah sakit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here