RPJMD Wonosobo Akan Lebih Berpihak Ke Sektor Pariwisata

Foto bersama para peserta pelatihan klaster wisata
WONOSOBOZONE – Sektor pariwisata Wonosobo diproyeksi
akan semakin menggeliat tahun depan. Hal itu tak lepas dari niatan Pemerintah
Kabupaten yang pada Tahun 2016 mendatang bakal lebih berpihak ke sektor
kreatif. “Penjabat Bupati Wonosobo, menegaskan akan memberi perhatian
lebih besar pada Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, khususnya yang berbasis desa
di Tahun 2016 mendatang,” jelas Kepala Bidang Ekonomi, Bappeda Kabupaten
Wonosobo, Siti Nurmar Aisiyah, ketika berbicara di depan 50 peserta pelatihan
Klaster Desa Wisata, di Balai Desa Erorejo Wadaslintang, Selasa (10/11).
Fokus terhadap sektor Pariwisata,
dikatakan Siti akan dialokasikan dalam RPJMD 2016. Harapannya adalah agar
muncul efek berantai yang kelak berimbas positif pada semakin berdayanya
masyarakat desa. Sebagai contoh nyata, Siti menyebut Desa Erorejo. Dengan
potensi wisata Lubang Sewunya yang tengah diburu wisatawan, bisa dikembangkan
agar tak hanya menjadi destinasi wisata di musim kemarau. “Mungkin akan
lebih menarik, apabila di sekitar lubang sewu dibuat objek wisata pertanian,
atau biasa dikenal dengan agrowisata, sehingga ketika deretan batuan di lobang
sewu tidak tampak karena air pasang di musim penghujan, wisatawan bisa mendapat
suguhan lain yang tak kalah menarik,” beber Siti. Selain itu, upaya untuk
membuat lobang sewu lebih menarik, disebut Siti bisa dilakukan dengan
mengembangkan pasar apung. “Pasar apung di Waduk Wadaslintang akan
menyediakan peluang bagi warga untuk berjualan produk khas setempat,”
pungkas Siti.
Senada dengan Siti, Kasubbid
kerjasama Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Tengah, Susilo Rini
berpendapat bahwa upaya untuk mendorong Desa agar lebih berdaya dengan
memanfaatkan potensi wisata juga tengah digiatkan oleh Pemerintah Provinsi.
“Kami sengaja menggelar pelatihan untuk para penggiat usaha mikro kecil dan
menengah, terutama di sektor pariwisata di Wadaslintang, mengingat potensi yang
dimiliki memang layak untuk dikembangkan,” jelas Rini. Dengan pelatihan klaster
wisata desa, yang diikuti oleh perangkat desa dan anggota kelompok sadar wisata
dari Erorejo, Kumejing, Sumberrejo dan Somogede tersebut, Rini optimis, kelak
masyarakat di keempat desa akan termotivasi untuk lebih serius menggarap
potensi di desa masing-masing.
Digelarnya pelatihan untuk para
pelaku wisata di Wadaslintang juga diapresiasi positif oleh Kepala Kantor
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wonosobo, Agus Purnomo. Menurut Agus, pelatihan
agar para pemangku kepentingan di desa lebih sadar akan potensi yang dimiliki
desanya, sangat sesuai dengan upaya pihaknya untuk membangkitkan gairah
masyarakat dalam rangka menggali potensi wisata desa. “Kami berharap, desa
lebih aktif dalam mengeksplorasi potensi di daerah masing-masing, sehingga ke
depan, mereka akan mandiri dan mampu hidup lebih sejahtera dari pariwisata,”
tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here