Rohmad, Korban Puting Beliung di Pulosaren Berharap Bantuan Pemkab

WONOSOBOZONE – Rohmad (10), anak laki-laki asal Dusun Kertosari Desa Pulosaren, Kecamatan Kepil yang sepekan silam menjadi korban musibah angin puting beliung akhirnya menjalani tindakan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Setjonegoro, Kamis (17/11). Meski terbilang terlambat, upaya medis yang berjalan lebih dari 4 jam itu akhirnya sukses, dan kini Rohmad menjalani rawat inap di Ruang Bougenville. Tindakan operasi tersebut, seperti dikatakan Kepala Bagian Humas RSUD Setjonegoro, RR Tri Lestari memang seharusnya dilakukan lebih awal, namun pihak keluarga lebih memilih memeriksakan Rohmad di Sangkal Putung. “Karena tidak memiliki biaya dan tidak tahu harus kemana, sehingga menjalani perawatan di sangkal putung terdekat,” jelas Tri.

Rohmad, menurut Tri hanya tinggal bersama kakek dan neneknya karena ibu kandungnya telah meninggal, sementara ayahnya yang bernama Wahyono mengalami gangguan mental. Kakek dan nenek Rohmad, dikatakan Tri juga bukan orang berada dan bahkan tergolong keluarga sangat miskin. Bocah kecil itu, disebut Tri Lestari juga tidak memiliki semua jaminan yang semestinya ia miliki. “TIdak punya KPS ( Kartu Perlindungan Sosial), KIP ( Kartu indonesia Pintar ) atau Jamkesda maupun Jamkesmas,” ungkapnya. Beruntung kepedulian banyak komunitas penggiat sosial seperti Garudan Tangguh, ACT, hingga Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) membuat Rohmad akhirnya bisa dibawa ke RSUD Setjonegoro. Komunitas-komunitas itu pula yang menurut Tri akan berupaya membantu pembiayaan Rohmad, yang setelah operasi ini masih harus menjalani rawat inap sampai kontrol dan pengambilan pen.

“TKSK sanggup membantu untuk mengurus Jamkesda nya, namun nilai pertanggungannya hanya sekitar 5 Juta Rupiah untuk tindakan operasi,” jelas Tri lebih lanjut. Pihak keluarga, diakui Tri sangat berharap Pemkab Wonosobo bisa membantu bocah malang itu, sehingga keluarganya tak perlu terbebani biaya perawatan selama berada di Rumah Sakit. Hal itu dibenarkan oleh Kartini, salah satu relawan dari komunitas Garuda Tangguh yang turut menunggui Rohmad di kamar nomor 307. “Semoga secepatnya ada kebijakan Pemda atas derita Rohmad ini, mengingat ia juga merupakan korban bencana alam dan berasal dari keluarga tak mampu,” harap Kartini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here