RIBUAN WARGA NU BANJARNEGARA DEKLARASIKAN ANTI HOAKS

BANJARNEGARA – Sekitar 7.000 warga Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Banjarnegara menggelar deklarasi anti hoaks di gedung Aswaja Parakancanggah Banjarnegara, Rabu (6/2/2019).

Peserta deklarasi anti hoaks berasal dari organisasi-organisasi ke-NU-an mulai dari Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor, Banser, pagar nusa, IPNU dan IPPNU. Deklarasi anti hoaks dihadiri oleh Bupati Banjarnegara, Kapolres Banjarnegara, Ketua DPRD Banjarnegara, Kepala Kemenag Banjarnegara, Sekretaris Daerah, Kepala Kantor Kesbangpollinmas dan perwakilan Forkompinda Banjarnegara.

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono dalam sambutannya mengapresiasi deklarasi Nahdlatul Ulama yang menolak kabar bohong atau hoaks, fitnah, dan ghibah atau ujaran kebencian.

ʺDeklarasi ini merupakan wujud nyata perlawanan terhadap kabar bohong atau hoaks, fitnah dan gibah atau ujaran kebencian. Sebab hoaks sangat berpotensi memecah belah persatuan bangsa dan umat,ʺ kata Bupati.

Bupati menambahkan, langkah yang dilakukan warga NU bisa menjadi contoh bagi organisasi lain. Deklarasi anti hoaks, akan membantu warga NU membangun pola pikir yang lebih produktif, konstruktif dan positif.

Ketua PCNU Banjarnegara, KH Zahid Khasani, yang memimpin ikrar anti hoaks menyatakan, sudah menjadi kewajiban warga NU, untuk memperkuat ukhuwah persatuan bangsa.

ʺBersama NU, mari kita tebarkan Islam yang ramah, menjaga NKRI demi keutuhan bangsa sesua tema harlah NU sekarang ini,ʺ tuturnya.

Dalam deklarasi anti hoaks, warga NU menyatakan dengan tegas menolak hoaks, fitnah, dan gibah, yang dapat memicu perselisihan dan perpecahan bangsa. Serta mengajak membudayakan untuk menyaring informasi sebelum menyebarkannya. NU juga bertekad untuk selalu berpikir positif demi persatuan bangsa, serta setia kepada Pancasila dan melindungi NKRI.

Ketua panitia H Sumarna, dalam laporannya mengatakan peringatan harlah (hari lahir) NU di Banjarnegara ini sedianya dirayakan bertepatan dengan hari lahir NU tanggal 31 Januari, namun hari itu bersamaan dengan peringatan di tingkat pusat sehingga baru terselenggara hari ini.

BACA JUGA:  Kandidat Presiden Suriname Keturunan Wonosobo

Acara deklarasi yang bersamaan dengan harlah NU, ditutup dengan pengajian bersama Al mukarom KH Said Asrori rois syuriah PBNU. Dalam ceramahnya, warga NU diajak untuk terus mengembangkan Islam yang penuh keramahan dan cinta damai. Bukan Islam yang penuh kemarahan, atau menganggap benar sendiri. Dengan begitu, NU dan umat Islam akan semakin maju dan istikomah.

Artikel ini dikutip dari instagram @kabupatenbanjarnegara dengan judul “Warga NU Deklarasi Anti HOAKS”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.