Ribuan Santri Wonosobo Siap Ikut Resolusi Jihad Nasional

Kaum Sarungan Wonosobo Mengikrarkan Resolusi Jihad
WONOSOBOZONE – Peringati Hari Santri Nasional, Bupati Wonosobo, H. kholiq Arif MS.I, mengingatkan tentang sejarah Resolusi Jihad yang berujung dengan disepakati menjadi Hari Santri, ia mngatakan, Hari Santri menjadi tolak ukur bagaimana perjuangan santri hari ini sudah mendapatkan apresiasi dari pemerintah, disisi lain, Hari Santri menjadi salah satu penghargaan atas perjuangan para santri, ” Santri dalam sejarahnya memiliki peran besar dalam merebut kemerdekaan dari para penjajah, Santri menjadi garda terdepan dalam memerangi penjajah, Alhdulillah sekarang para kaum santri sudah mendapatkan apresiasi dari pemerintah, ujarnya dalam orasi ilmiahnya di Gedung Adipura Wonosobo, kemarin (26/10/2015).

Ia menambahakan, “Kaum Sarungan” hari ini harus tetap berjuang dan berjihad, pasalnya, tantangan globalisasi kedepan semakin kompleks, untuk itu para santri dituntut cakap dalam segala hal, bukan hanya soal agama, tetapi politik, teknologi bahkan tantangan sosial.
Bupati yang berakhir 30 Oktober 2015 mendatang, mengungkapkan, bahwa santri harus mampu bersikap moderat dan toleran dengan semakin banyaknya penjajah yang ingin merongrong kesatuan dan persatuan umat Islam, “Jihadnya kaum Santri, tidak merasa benar sendiri dan tidak mengkafirkan, mengfitnah dan menghasut orang yang berbeda pendapat dengan kita” katanya kepada ribuan santri.
Untuk itu, beliau berharap, kedepan kaum santri mampu mujtahid, yang selalu berjihad dalm konteks agama, sosial, politik bahkan ekonomi. Hal ini dipandang penting mengingat tantangan zaman semakin kompleks.
Hal senada diungkapkan Rois Syuriah PCNU Wonosobo, KH. Abdul Halim mengingatkan, Santri hari ini harus mampu terbuka atas segala kemungkinan, oleh karnanya santri harus mampu menerapkan prinsip Aswaja, “Santri harus mampu menerapkan konsep Tawazun, Tawasuth, Tasamuh, dan Ta’adul agar santri tidak terjerumus saling sesat menyesatkan bahkan mengkafirkan”.
Akhmad Fadlun, ketua FKDT Wonosobo, mengingatkan melalui Ikrar Santri, menurutnya dengan dibacakanya Ikrar Santri diharapakan mampu mendarah daging terkait perjuangan kaum santri yang telah berjuang merebut NKRI dari penjajah, “Dengan mengucapkan Ikrar Santri, diharapkan mampu menjadi sumber kekuatan bagi kaum santri untuk selalu setia kepada NKRI, taat kepada Pancasila dan UUD 1945” katanya.
Reporter : Alfan Nurngain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here