Resepsi Hari Kartini Ke 137 Di Wonosobo

WONOSOBOZONE – Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa-jasa para Pahlawan. Salah satu Pahlawan Wanita yang memperjuangkan Emansipasi Wanita, siapa lagi kalau bukan Kartini. Bertempat di halaman Pendopo Kabupaten dilaksanakan Upacara memperingati Hari Kartini yang ke 137 tahun 2016 Kamis(21/4). Sebagai Irup Ibu Bupati Fairus Eko Purnomo,ST dan selaku Komandan Upacara Kasatlantas Polres Wonosobo Akp Nur Saja’ah. Hadir dalam acara tersebut Muspida, Sekda dan para Asisten, Staf ahli Bupati, para istri FKPD, Ketua GOW, Dharma Wanita dan Organisasi Perempuan Wonosobo, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutan tertulisnya Fairus menyampaikan peringatan Hari Kartini merupakan upaya meneladani semangat Raden Ajeng Kartini, dalam mengangkat harkat dan martabat perempuan, sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi. Seiring dengan perkembangan jaman hingga saat ini, sudah banyak kemajuan yang dicapai terkait emansipasi wanita, di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Pelaksanaan Hari Kartini dengan tema” Dengan Semangat Kartini Kita Tingkatkan Kualitas Keluarga Melalui Generasi Sehat, Ekonomi Kuat, Perempuan Bermartabat”. Selain kapasitas kepemimpinan perempuan, partisipasi perempuan dalam politik, pendidikan, dan kemandirian perempuan, anak, dan keluarga.
Membentuk keluarga berkualitas harus disadari oleh semua komponen. Upaya pendewasaan usia perkawinan harus tetap diperjuangkan di masyarakat. Anak-anak kita harus tuntas belajar 12 tahun, persiapkan mereka dengan pola hidup produktif dan mandiri ekonomi, serta lindungi dari pengaruh buruk lingkungan, dan perilaku menyimpang. Save The Children itulah sasaran yang harus digarap para orang tua, dan pejabat yang terkait.
Indek Pemberdayaan Gender(IDG), tahun 2013 masih di angka 49,0 dibawah RPJMD 2010-2015 yakni 50,5. Jumlah perempuan per April 2015 sesuai isu kritis Pembangunan Gender Wonosobo 48,67%, Usia nikah di bawah 16 tahun 36 orang, APK SMA 53,64%, APS SMA 36,59%, APM SMA 33,16%, jumlah Kepala sekolah 30,08%, Putus Sekolah 33,16%, HIV/AIDS 48%, Anggota DPRD 4,46%. Wonosobo mencanangkan sebagai Kabupaten Ramah Hak Asasi Manusia. Perlindungan anak, Ibu Hamil, Anak-anak, Lansia, Kaum disabilitas, dan Keberlangsungan lingkungan, yang harus dilakukan dengan langkah nyata di semua lini kehidupan. Mari kita entaskan kemiskinan, ketertinggalan, diskriminasi perempuan di Wonosobo yang kita cintai bersama, demi kehidupan yang bermartabat. Di akhir amanat Fairus sampaikan ”Perempuan Hebat, Generasi Hebat, Wonosobo Hebat!”. Kegiatan dilanjutkan pemberian setangkai bunga kepada para pengguna jalan, yang kebetulan melintas di jalan Diponegoro.
( Report: Pendim 0707/Wsb ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here