Renungan: Begini Cara Memperkenalkan Pendidikan Pada Anak Kita, Katanya Revolusi Mental?

Masuk dibikin gila, keluar jadi gila.


WONOSOBOZONE – Jadilah Orang Tua yang berani MELARANG anaknya ikut MOS yg penuh kekerasan, bullying fisik dan mental semacam ini, baik di SD, SMP, SMA atau PERGURUAN TINGGI.

Karena MOS ini bukan bagian dari KURIKULUM NASIONAL DAN BUKAN BAGIAN DARI PENILAIAN KEBERHASILAN PENDIDIKAN. dan bukan sebuah KEWAJIBAN DARI CALON PESERTA DIDIK.

Jika kita tidak berani melarang anak kita mengikuti MOS yang seperti ini berarti kita telah ikut melestarikan budaya kekerasan ini pada anak kita dan generasi berikutnya.

by ayah edy

========================================
Hanya sekedar info saja, untuk menjawab pertanyaan bagaimana MOS yang dilakukan di sekolah ayah Edy ?
========================================

Di Sekolah kami MOS kami ganti dengan MOTS Masa Orientasi Orang Tua Siswa, yang isinya memperkenalkan orang tua pada sistem sekolah kami dan melakukan serangkaian placement test untuk mengukur kelayakan pola asuh orang tua pada anaknya, dan meminta komitmen KEDUA ORANG TUA (Ayah dan Bunda) untuk datang dan menandatangani SURAT KESEPAKATAN MAU BEKERJASAMA DENGAN SEKOLAH apa bila ada perilaku buruk anak yang harus diperbaiki yang ternyata bersumber dari pla asuh atau perilaku orang tua di rumah.

Mengapa kami tidak melakukan MOS dan lebih memilih untuk memberikan ORIENTASI PADA ORANG TUANYA ? Karena kami percaya bahwa setiap anak terlahir fitrah suci bersih, jadi jika ada perilaku anak yang bermasalah pasti sumbernya dari lingkungan terdekatnya, orang tua atau keluarganya.

Setelah itu orang tua kami ajak melihat langsung fasilitas sekolah dan cara anak-anaknya nanti akan belajar, dan bagaimana orang tua akan berperan mempersiapkan sarapan bagi anaknya, mengantar sampai tempat yang kami tentukan, dsb.

Dan biasanya diakhiri dengan perkenalan terhadap program parenting dari para guru senior kami.

Tidak akan pernah bisa kita mendidik murid di sekolah untuk berprestasi dan berperilaku baik jika para orang tua dan guru tidak bekerjasama secara KAFFAH (totalitas penuh).

by ayah edy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here