Rekomendasi HIPMI Wonosobo Pada Tatanan Ekonomi Baru

WONOSOBOZONE.COM – Pandemi Virus Corona (COVID-19) telah mengakibatkan krisis kesehatan, krisis ekonomi dan di sebagian negara sampai kepada krisis sosial. Terkait kondisi tersebut BPC HIPMI Wonosobo memberikan rekomendasi dan masukan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo.

Ketua BPC HIPMI Wonosobo Choirul Anwar memberikan rekomendasi dalam rangka pemulihan kondisi perekonomian maka perlu beberapa kebijakan antara lain, membuka kembali kegiatan perekonomian masyarakat dan pusat perekonomian dengan menerapkan protokol kesehatan sekaligus di awasi pelaksanaannya.

Kemudian lanjutnya, penerapan kegiatan perekonomian dalam ruangan bisa dengan membatasi jumlah maksimal orang dalam suatu ruangan (disesuaikan dengan luas ruangan) yang masih memenuhi standar kesehatan dan batasan waktu maksimal berada dalam suatu ruangan (transaksi).

Semua kegiatan perekonomian wajib melakukan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Menerapkan protokol kesehatan dari pemerintah, memakai masker, social distancing dan physical distancing,” ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, menggalakan “Kampanye” belanja di Warung Tetangga, Beli Produk Lokal dan Produk UMKM. Dan menjaga pola konsumsi karena konsumsi akan menggerakkan sektor produksi. HIPMI Wonosobo juga mendorong pemerintah melakukan refocusing anggaran ke sektor prioritas, padat karya agar peredaran uang di masyarakat bertambah dan memberikan stimulan bantuan modal bagi usaha terdampak.

Perlu memberikan subsidi bunga 6% – 9% kepada pelaku usaha melalui Lembaga Keuangan milik Daerah (BPR, BKK BPD dan sejenisnya) dengan jangka waktu maksimal 3 tahun. Khusus pada point ini, jika pemerintah memberikan subsidi bunga 6% kepada pelaku usaha dengan target yang jelas dan disalurkan melalui Perbankan Daerah, maka skema ini profesional karena semua proses menerapkan prinsip profesional dan menguntungkan semua pihak. Bisa dengan skema Kurda (Kredit Usaha Rakyat Daerah),” beber dia.

BACA JUGA:  Sakit Hati Dipanggil Gerandong, Curi Motor Ayah Tiri

Dengan adanya rekomendasi kebijakan itu, pelaku usaha sangat terbantu untuk menjalankan aktivitas usahanya kembali. Dan diberi target untuk bisa membuka lapangan kerja baru untuk pengajuan dengan nominal tertentu. Perbankan daerah juga bertambah perputaran bisnis keuangan nya. Dan keuntungan dari skema ini juga kembali ke daerah, karena bank ini milik pemerintah daerah.

“Kemudian stabilitas ekonomi daerah terjaga sehingga mengurangi resiko sosial dan tindakan kriminal dengan motif ekonomi. Selain itu Pemda juga mendapatkan pendapatan dari bank milik Pemda. Bantuan modal yang disubsidi bunganya oleh Pemda, misalnya Rp 25.000.000 per orang dengan bunga 3% per tahun. Subsidi Bunga 6% dari pemerintah dan subsidi bunga 3% dari perbankan dengan acuan bunga normal 12%,” Terang dia.

Dijelaskan, jika Pemda mengucurkan anggaran 12 Milyar saja untuk subsidi bunga, maka sudah ada 8.000 UMKM yang terbantu.

Ini saatnya bergotong royong saling membantu satu sama lain sesuai bidang masing-masing. Dan masyarakat sangat berharap pada keputusan pemerintah yang cepat dan tepat. Semoga Pandemi COVID-19 segera berlalu dan semua menjadi lebih sehat jasmani rohani dan ekonomi,” harapnya. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.