• Senin, 15 Agustus 2022

Living Quran

- Jumat, 22 April 2022 | 04:22 WIB
images
images

Oleh : H. Wajihudin Al-Hafeez, MSPA

Sejak dahulu telah diramalkan akan adanya sikap umat Islam yang tidak hormat kepada Alquran, munculnya fitnah dari kaum inteletual cerdik pandai serta hilangnya jiwa tempat ibadah. Dalam hadist disebutkan, “Akan datang suatu zaman di mana pada waktu itu tidak tinggal Islam kecuali namanya saja;, tidak tinggal Al-Quran melainkan tulisannya saja, masjid-masjid dibangun megah namun kosong dari petunjuk, Dan ulama mereka adalah makhluk yang terjelek yang berada di kolong langit, dari mulut-mulut mereka keluar fitnah dan (sungguh, fitnah) itu akan kembali kepada mereka.” [HR. Al-Baihaqi]

Ramalan tersebut sama sekali tidak mengurangi mukjizat Alquran, kesempurnaan Islam dan kemuliaan masjid dan ulama. Akan tetapi memberi peringatan tegas, antara lain :

Pertama, umat Islam akan menjadi rahmatan lil a’alamin apabila mengamalkan ajaranya dengan ikhalsh dan kebajikannya untuk umat manusia (Q.S. Al-Bayyinah[98]:5,Al-Baqarah[2]:22-23; Al-Hajj[22]:77). Tidak sekadar memonopoli nama dan simbolik, apalagi menggunakan sepotong ajaran untuk menunjukkan kesempurnaan Islam atau kesempurnaan diri dan kelompok dalam beragama Islam. Agama Islam mengatur sistem etik dan praktik baik dalam ketuhanan, sosial dan akhlak (Q.S. Al-Baqarah[2]:208) yang harus ditaati. Dan Nabi Muahammad diutus untuk memberikan kabar gembira dan peringatan kepada semua manusia (Q.S.Saba’[34]:28). Namun demikian perlu memikirkan (tafakur) dan perenungan—analitis kritis (tadabbur) dalam operasionalnya.

Sebaliknya saat agama Islam dikerdilkan dengan fanatisme yang membabi buta, maka agama Islam justru akan dipandang tidak sempurna. Dalam kondisi ini; akan muncul klaim kebenaran, permusuhan dan saling menyalahkan. Sedangkan Alquran menunjukkan adanya sikap wasatiyah (moderasi) dalam beragama (Q.S. Al-Baqarah[2]:143). Semua kalimat yang integral dengan kata wasata (Q.S. Al-Baqarah[2]:238) bermakna positif, maka moderasi dalam beragama niscaya melahirkan sikap, cara pandang dan perilaku positif umat beragama.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X