Ratusan PNS Ikuti Pengecekan Kesehatan Penyakit Tidak Menular

WONOSOBOZONE – Salah satu upaya untuk meningkatkan kebugaran PNS, Dinas Kesehatan menggelar pengecekan kesehatan yang terintegrasi dalam program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM), Jumat, 25 November di Setda Wonosobo.
Tidak kurang dari 100 PNS di lingkungan Pemkab Wonosobo, nampak antusias dengan adanya kegiatan ini. Seperti yang disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk lebih menjaga kebugaran PNS khususnya dari penyakit tidak menular seperti  darah tinggi, jantung koroner, kencing manis, stroke atau penyakit paru obstruksi kronik. Selain itu, kegiatan dilaksanakan karena adanya perubahan pola penyakit di masyarakat dari penyakit menular ke arah penyakit tidak menular, yang mana hal ini menjadi masalah kesehatan baru. Saat ini di beberapa daerah di Indonesia termasuk di Wonosobo, PTM telah menjadi masalah kesehatan baru. Hal ini bisa dilihat dari adanya kasus PTM yang meningkat dibandingkan dengan penyakit menular lainnya, bahkan PTM telah menjadi penyakit dengan resiko kematian cukup tinggi di masyarakat.
Pos Pembinaan Terpadu sendiri tidak dikhususkan bagi PNS saja, tapi lebih utama ke masyarakat, dengan tujuan mereka bisa lebih mawas diri dan membudayakan gaya hidup sehat. Pelaksanaannya sendiri harus mudah dijangkau, murah dan metodologis serta bermakna secara klinis.
Secara umum Posbindu merupakan bentuk pelayanan yang melibatkan peran serta masyarakat melalui upaya promotif dan preventif untuk mendeteksi dan mengendalikan secara dini keberadaan faktor risiko penyakit tidak menular. Kegiatan yang dilakukan oleh dan untuk masyarakat ini, dilaksanakan dengan pembiayaan berdasar kesepakatan warga melalui musyawarah , dipertanggungjawabkan oleh masyarakat serta jadwal dan jenis kegiatannya yang juga ditetapkan oleh masyarakat. Saat ini di Kabupaten Wonosobo tercatat sudah ada 40 Posbindu yang tersebar di 15 kecamatan. 
Kegiatan kali ini juga dibarengkan dengan peringatan HUT KORPRI, sehingga diharapkan PNS sebagai anggota KORPRI menjadi pelopor kegiatan Posbindu PTM bagi masyarakat. Ditambah lagi meningkatnya penyakit tidak menular menjadi tantangan kesehatan saat ini secara umum di Indonesia, yang masuk dalam triple burden, bersama masih tingginya penyakit infeksi dan muncul kembali penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi, sehingga kegiatan Posbindu PTM bagi PNS ini diharapakan menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan tubuh mereka.
Jaelan menambahkan, di tingkat desa, kegiatan Posbindu diintegrasikan dengan desa siaga yang bermitra dengan FKD, LPPMD, PKK, Posyandu Lansia, Takmir Masjid atau kegiatan keagamaan lain, Koperasi, Klinik Swasta, maupun berbagai kegiatan sosial di masyarakat, yang difasilitasi oleh desa atau kelurahan setempat dan didukung penuh oleh Puskesmas serta Dinas Kesehatan.
Kegiatan Posbindu ditujukan untuk orang dewasa mulai umur 25 tahun, baik yang memiliki faktor risiko PTM seperti merokok, pola makan tidak seimbang, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, kurang aktifitas fisik serta riwayat keluarga dengan penyakit tidak menular, maupun orang dewasa yang tidak memiliki faktor resiko PTM.
Bentuk pelayanan kegiatan di Posbindu sendiri dilakukan menggunakan pelayanan 5 meja antara lain pendaftaran, wawancara, pengukuran fisik dan pemeriksaan biokimia, konseling dan rujukan serta pencatatan dan pelaporan. Dalam kegiatan kali ini sebanyak 4 dokter, 2 tenaga laborat dan puluhan perawat yang berasal dari beberapa puskesmas di sekitar kota Wonosobo ikut terlibat.
Salah satu PNS yang ikut pemeriksaan Posbindu, Anwar, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia merencanakan akan rutin melakukan pengecekan kesehatan, sedikitnya 3 bulan sesuai arahan petugas Dinas Kesehatan. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here