Ratusan Anak Panti Unjuk Kreasi Di Don Bosco

Ajang Kreasi Anak Panti
 WONOSOBOZONE – Tak kurang dari 100
anak dari 14 panti asuhan se-Kabupaten Wonosobo, menunjukkan kebolehan mereka
dalam bidang seni dan budaya di SLB Don Bosco, Minggu (4/10). Pertunjukan
kesenian dan beragam jenis kreasi tersebut digelar oleh Lembaga Kesejahteraan
Sosial Anak (LKSA) Wonosobo, demi meneguhkan eksistensi anak panti, serta
menumbuhkan kepercayaan diri mereka.
Ketua LKSA, Saliman
menyebut  upaya pihaknya memfasilitasi anak anak panti tersebut tak lepas
dari masih adanya stigma, anak panti asuhan kurang diperhatikan bakat dan
minatnya, sehingga mereka kurang optimal mengembangkan diri. “Kita sengaja
mengundang panti asuhan se Wonosobo untuk menampilkan kreasi anak-anak,
sehingga mereka bisa menunjukkan, bahwa keterbatasan yang ada, tak menghalangi
tumbuh kembangnya”, jelas Saliman di sela acara. Selain memupuk
kepercayaan diri anak panti, ajang unjuk kreatifitas yang diisi pula dengan
training motivasi tersebut, dikatakan Saliman menjadi media menggali potensi.
“Selama ini anak panti identik dengan kurangnya fasilitas unjuk kreasi dan
bakat, sehingga potensinya tak tergali secara optimal”, terang pria yang
juga menjabat sebagai Lurah Mudal itu.
Harapan Ketua LKSA
tersebut bak gayung bersambut dengan Kepala Bagian Sosial dan Kesra Setda, Eko
Suryantoro. Dalam sambutan di awal acara, Eko yang hadir mewakili Bupati juga
menyebut anak anak panti selayaknya memiliki kesempatan yang sama dengan anak
lainnya. “Pemerintah Kabupaten Wonosobo, bersama mitra strategis seperti
LKSA maupun lembaga lain, terus berupaya mendorong agar eksistensi anak anak
panti bisa terwadahi dalam media yang pantas seperti yang kita saksikan hari
ini”, ungkap Eko. Kepada para pengurus panti asuhan, Eko juga melontarkan
pesan dan himbauan  agar mereka benar benar memperhatikan anak asuhnya
secara layak. “Tak hanya soal makan dan kebutuhan pokok harian saja, panti
juga sewajarnya memberikan fasilitas pendukung kreatifitas anak”, pungkas
Eko.
Senada, anggota DPRD
dari Komisi D, Handayani juga mengakui, kreatifitas berupa unjuk kemampuan
menari, bermain rebana, hingga theater yang ditunjukka  anak anak panti di
ajang unjuk kreasi, layak diapresiasi. “Kami dari dewan juga seoptimal
mungkin memberikan dukungan terhadap upaya upaya memajukan panti, agar mereka
juga bisa mendapat hak pendidikan dan pengembangan diri yang sama dengan anak
lain di luar panti”, tutur legislator perempuan dari Partai Nasdem
tersebut. Ke depan, Handayani juga berharap agar lembaga swadaya seperti LKSA
semakin sering menggelar acara serupa.
Source: wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here