Rantangan Ramadan untuk Buruh Gendong

Buruh gendong Pasar Induk menerima jatah makanan rantangan (Ariswanto)
WONOSOBOZONE – Puluhan buruh gendong perempuan yang setiap harinya menawarkan jasa gendong di Pasar Induk dan Pasar Pagi Wonosobo turut menikmati berkah Ramadan. Sudah lebih dari sebelas tahun, setiap bulan puasa mereka mendapat jatah pembagian lauk-pauk rantangan dari perkumpulan ibu-ibu Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kampung Kliwonan Wonosobo yang tinggal di sekitar pasar.
Meski hanya bantuan dalam bentuk makanan rantangan, namun itu sudah dianggap lebih dari cukup bagi para buruh gendong yang sebagian besar sudah berusia lanjut. Minimal mereka tidak perlu lagi merogoh kantong membeli makanan untuk berbuka bagi keluarga. Dengan adanya bantuan rantangan ini, pendapatan mereka yang tergolong sangat minim, yakni rata-rata hanya Rp 10.000-Rp 20.000 perhari bisa untuk kebutuhan lain.
Pembagian rantangan untuk buruh gendong dilakukan pada siang hari sekitar pukul 12.00-13.00 di salah satu rumah warga yang hanya beberapa meter dari Pasar Induk Wonosobo. 
“Sengaja dibagikan siang hari supaya semua buruh gendong bisa mengambil sedekah rantangan ini di waktu istirahat,” tutur Sudhadi (55), warga Kampung Kliwonan yang setiap harinya bertugas mambagi rantangan bagi para buruh gendong di rumahnya, Senin (13/07/2015).
Selain membagi makanan rantangan setiap hari kepada para buruh gendong, ibu-ibu Muslimat Kampung Kliwonan juga bekerjasama dengan pihak donatur, yaitu membantu bingkisan dan uang lebaran bagi seluruh buruh gendong perempuan di pasar. (Art)

Source: KRjogja.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here