Ramadhan Ora Mung Ramadhang Tok

WONOSOBOZONE – Judul tersebut adalah sebaris kalimat yang tertulis di sepanjang jalan Magelang ketika kemarin saya berkunjung ke Yogyakarta untuk berburu inspirasi, wal hasil dapat juga kalimat itu di jalan. Meski dapat di jalan, bukan berarti tidak bermanfaat kan?
Ramadhan ora mung ramadhan tok mempunyai arti yang menarik perhatian tangan saya untuk menuliskan ini. Mata saya tergelitik ketika membaca itu. Hingga muncul semacam prasangka dalam diri saya jangan-jangan ramadhan saya selama ini hanya ramadhang tok?, sampai-sampai saya terpingkal-pingkal menghafalkan kalimat itu.
Dalam benak saya kalimat tersebut bermanfaat. Mengapa demikian? Kalimat tersebut harusnya menjadi salah satu pendorong kita untuk instropeksi diri. Bahwa sebenarnya bulan ramadhan itu bukan sekadar ramadhang. Lebih dari itu ramadhan seyogyanya menjadi salah satu bentuk latihan kita. Latihan untuk menahan, kata Cak Nun dalam situs webnya.
Menahan apa? Makan lagi? Memang betul, tapi bukan yang utama. Menahan dalam hal ini adalah mengendalikan diri. Mengendalikan amarah kita, menahan untuk tidak bermaksiat, dan menahan yang lainnya. Yang biasanya kita bebas berekspresi apapun namun pada bulan ramadhan kita dipaksa untuk selalu berbuat baik agar puasa kita tidak batal. Sebenarnya puasa itu harusnya menjadi bulan pelatihan, sehingga di bulan-bulan selain bulan ramadhan kita sudah terlatih dan terampil mengaplikasikan kegiatan-kegiatan baik tanpa tedensi. Semoga ramadhan kita kali ini bukan sekadar ramadhang.
Penulis Oleh: Nuari Andriyani / HMI Wonosobo
Foto: Sumsel.tribunews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here