Rakor TKPD: Wonosobo Masuk Posisi Terbawah Dari 15 Kabupaten Termiskin di Jateng

WONOSOBOZONE – Presentase penduduk miskin di Kabupaten Wonosobo yang kini berada di angka 22,08 % menjadi yang terburuk se-Jawa Tengah. Berada di bawah prosentase kemiskinan Provinsi Jateng yang 14,44 % dan Nasional 11,47 %, urutan paling buncit itu sekaligus membuat Kabupaten Wonosobo bersama 14 Kabupaten lain masuk di zona merah peta kemiskinan Provinsi Jawa Tengah, dan menjadi sasaran prioritas untuk ditanggulangi.
“Pemerintah Provinsi akan mendorong Wonosobo dan 14 Kabupaten yang masuk di zona merah bisa secepatnya mentas ke arah zona kuning”, jelas Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, dalam acara Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPD) untuk wilayah Eks Karesidenan Kedu, di Ruang Mangunkusumo Setda, Senin (21/9).
Sesuai Peraturan Presiden RI Nomor 166 Tahun 2014 tentang  Percepatan Penanggulangan Kemisikinan, Wagub meminta agar ke 15 Kabupaten yang memiliki prosentase kemiskinan 14,46-22,08 % dikeroyok semua SKPD Provinsi terkait, agar lebih cepat teratasi.
“Empat strategi penanggulangan sesuai Perpres tersebut harus didorong untuk bisa intensif di ke 15 Kabupaten”, tegas Wagub.
Keempat strategi tersebut, diuraikan Wagub adalah mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro kecil dan menengah, serta membentuk sinergi kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.
Selain selaras dengan Perpres, mantan Bupati Purbalingga tersebut juga mengatakan bahwa strategi menanggulangi kemiskinan melalui empat langkah itu sesuai dengan RPJMD Provinsi Jawa Tengah 2013-2018.
“Misi kedua dalam RPJMD 2013-2018 adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan, menanggulangi kemiskinan dan pengangguran”, papar Heru.
Semua pihak, baik SKPD terkait di Pemprov maupun pemerintah daerah, dikatakan Heru selayaknya memahami langkah yang harus diambil demi menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah.
“Perlu pembagian tugas yang jelas antara Pemprov dengan Pemkab/Pemkot, karena masing-masing memang tak bisa berjalan sendiri”, tegas Wagub sebelum menutup Rakor.
Bagi Kabupaten Wonosobo sendiri, posisi terbawah tersebut menjadi pemicu untuk mengakselerasi pengurangan kemiskinan.
source : wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here