Pusat Segera Dampingi Wonosobo Wujudkan Smart City

WONOSOBOZONE – Kabupaten Wonosobo berhasil lolos seleksi penilaian program gerakan menuju 100 smart city Indonesia yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI baru-baru ini.

Bersama 24 Kabupaten/Kota lain dari berbagai daerah se-Indonesia, Wonosobo kedepan dinilai layak untuk mendapatkan pendampingan dalam upaya mewujudkan smart City dan Smart Regency, berdasarkan hasil paparan yang disampaikan di depan tim penilai pada akhir bulan Februari silam di Jakarta.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo, Eko Suryantoro ketika ditemui di ruang kerja Bupati, Rabu (6/3) menyebut kepastian perihal kelulusan tersebut diperoleh setelah diterimanya surat elektronik dari Dirjen Aptika Kemenkominfo RI.

“Surat nya baru saja kami terima melalui email, dan segera kami pelajari draft kesepakatan bersama antara Dirjen Aptika dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, yang nantinya akan menjadi dasar dari implementasi gerakan menuju 100 Smart City,” terang Eko.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Informatika, Sulistiyani menguraikan sejumlah hal yang menunjang hasil penilaian dari Dirjen Aptika, sehingga Wonosobo dinyatakan lolos dan berhak mendapatkan pendampingan untuk akselerasi program smart city.

Kabupaten Wonosobo menurut Sulistiyani memiliki potensi daerah yang sangat mendukung untuk realisasi smart city maupun smart regency. “Posisi geografis Wonosobo yang terletak di tengah pulau Jawa, potensi alamnya, budaya warga masyarakat yang toleran, hingga keberpihakan komunitas dan tersedianya infrastruktur maupun suprastruktur TIK merupakan pendukung utama program smart city,” bebernya.

Hal yang tidak kalah penting, menurut Sulistiyani adalah adanya komitmen dari Pimpinan Daerah, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati yang sangat mendukung konsep smart City, serta sudah terbangunnya kesadaran pemerintah desa untuk berkolaborasi dengan alokasi dana desa nya. Hal yang diakui masih perlu ditingkatkan dalam rangka mewujudkan smart City dan Smart Regency, diakui Sulistiyani adalah dukungan anggaran yang pada Tahun 2018 lalu baru mencapai sekitar 6,5 Milyar Rupiah, alias hanya 0,84 % dari APBD.

BACA JUGA:  Difabel Multitalenta, Ingin Bangun Desa

Untuk upaya-upaya mendorong terwujudnya smart City, Sulistiyani mengakui memang dibutuhkan anggaran yang tidak kecil, seperti membangun infrastruktur dasar, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dengan melalui berbagai pelatihan, hingga membangun aplikasi-aplikasi nya. Strategi pengembangan smart City, diurai Sulistiyani dimulai dengan membangun smart governance, kemudian berlanjut dengan smart economy, smart mobility, smart living, hingga smart environment, smart society dan smart branding.

Nantinya smart city disebut Lis akan bermuara pada kemudahan masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan di berbagai bidang, seperti layanan perijinan, layanan kesehatan, layanan pengelolaan lingkungan, hingga pengurangan resiko kecelakaan di jalan raya. “Contoh aktual adalah kami tengah mengupayakan adanya early warning system dalam mengantisipasi adanya kendaraan yang mengalami rem blong di jalur tengkorak Temanggung-Kertek,” pungkasnya.

KPUD Wonosobo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.