Puncak Si Loreng Diminati Crosser Mancanegara

WONOSOBOZONE – Puncak bukit Si Loreng, di Desa Somogede Kecamatan Wadaslintang, belum lama ini dibuka sebagai area wisata alam baru oleh Pemerintah desa setempat. Tak dinyana, begitu dibolehkan untuk dikunjungi, minat warga sekitar begitu tinggi. Tak hanya sekedar berkunjung dan menikmati keindahan panorama bentang alam nan memukau, sebagian pengunjung yang datang juga mengaku tertantang untuk menjelajah area Si Loreng dengan menggunakan motor trail. Belum lama ini, rombongan crosser lintas negara bahkan telah mencoba terabas dan mengakui, Si Loreng layak dijadikan medan Motor Cross bagi para profesional.
“Awal Mei mendatang kami akan menggelar even lomba Trail Adventure di si Loreng dan dibuka untuk umum,” kata Kepala Desa Somogede, Marso di sela mendampingi kunjungan Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sabtu (5/3).
Ketertarikan para pecinta terabas, dikatakan Marso tidaklah berlebihan. Menurutnya, medan menuju puncak Si Loreng memang konturnya cocok untuk dijelajahi dengan trail. “Banyak warga sekitar juga yang akhirnya memodifikasi sepeda motor mereka agar bisa digunakan untuk mendaki si Loreng,” tutur Marso. Kelak, motor-motor modifikasi tersebut menurut Marso akan dimanfaatkan sebagai ojek atau disewakan untuk wisatawan yang hendak merasakan sensasi menaklukan terjalnya jalan setapak menuju puncak bukit. “Kami tengah berupaya membuat jalur baru untuk sepeda motor agar bisa sampai ke puncak dan tidak mengganggu para pejalan kaki,” terang Marso. Medan yang akan disediakan untuk crosser pun, kata Marso juga tidak sama antara yang sudah mahir dengan para pemula. ” Akan dibuat 2 jalur menuju puncak si Loreng, jalur 1 untuk peminat crosser pemula, dan jalur kedua bagi yang telah terampil dan layak untuk ajang perlombaan,” pungkasnya.
Dari pengakuan pengunjung, berada di puncak si Loreng memang memberi kesan berbeda. “Pemandangannya luar biasa, karena dari sini terlihat gugusan pegunungan dan lembah  yang hijaunya begitu menyejukkan,” sebut Haris (20), pengunjung dari Jakarta. Haris yang juga sempat mencoba trekking menggunakan motor trail juga menyebut medan dengan kemiringan hampir 90 derajat menuju puncak memberi sensasi yang memicu adrenalin. “Saya tentu akan kembali kesini dan mengajak banyak teman dari Jakarta,” tutur Haris ketika ditanya apakah ia berminat untuk berkunjung lagi ke Somogede lain waktu.
Kesan positif akan keindahan panorama puncak Si Loreng juga diungkapkan Kepala Kanparekraf Agus Purnomo. Menurutnya, si Loreng layak menjadi destinasi wisata baru yang menjanjikan. “Potensi wisata di Desa Somogede ini luar biasa, karena selain si Loreng yang baru dibuka ini, tersedia pula pemandian air panas tak jauh dari sini,” kata Agus. Puncak Si Loreng, dikatakan Agus layak dikunjungi, karena dari ketinggian sekitar 800 meter wisatawan bakal disuguhi pemandangan menakjukan. “Terlihat dari puncak Si Loreng ini, Kabupaten Banjarnegara, Kebumen, Temanggung bahkan sampai Kabupaten Magelang pun tampak ketika cuaca cerah,” sebut Agus. Karena itulah, kepada Kades dan para perangkat Desa Somogede, ia berpesan agar pembenahan kawasan wisata diseriusi. “Pengunjung yang tentu kelelahan setelah mendaki puncak Si Loreng akan bisa diarahkan untuk berendam di Kalianget dan merasakan sensasi air panas nan jernih tanpa bau belerang,” tutup Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here