Puncak Peringatan Hari AIDS Sedunia Hadirkan Seorang ODHA

WONOSOBOZONE – Seorang ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), Unik Sulistiyanti bersama suami, sengaja dihadirkan dari Semarang sebagai pengisi acara dalam puncak rangkian kegiatan peringatan hari AIDS sedunia tingkat Kabupaten Wonosobo yang dikoordinir Kantor Perhubungan di Pendopo Wakil Bupati, Sabtu, 19 Desember malam.
Menurut Kepala Kantor Perhubungan Kabupaten Wonosobo, Suwondo Hartoko, pihaknya sengaja menghadirkan seorang wanita yang divonis terinfeksi HIV sejak tiga tahun yang lalu, setelah tertular dari suami pertama ini, untuk lebih memberi motivasi penderita HIV/AIDS di Wonosobo agar lebih terbuka dan tidak menutup diri.
Meski diakui Unik, awalnya ia sangat menutup diri dan cenderung  pesimis dengan keadaan kesehatannya yang semakin hari semakin menurun. Namun karena kehadiran seseorang, telah mengubah keputusannya untuk tetap percaya diri menjalani hidup seperti layaknya manusia normal.Orang inilah yang sekarang menjadi suaminya.
Dalam perjalanan bersama suami keduanya ini, Unik mendapatkan kenyataan bahwa banyak penderita HIV/AIDS yang tidak mengambil keputusan seperti dirinya, mereka beserta keluarganya menjauhkan diri dari masyarakat sekitar, bahkan ada yang menyembunyikan diri dari sesama penderita dan menghilang entah ke mana.
Sementara menurut Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Setjonegoro Kabupaten Wonosobo, Mohamad Riyatno, menyembunyikan diri bukan jalan keluar bagi penderita.
Pendampingan rutin dan pertemuan sesama penderita justru membantu mengangkat moral dan semangat mereka. Terinfeksi HIV, lanjutnya, bukan akhir segalanya. Mereka masih memiliki peluang untuk memiliki pasangan hidup, menjalani hidup selayaknya manusia normal, kebugaran yang sama seperti sedia kala, hingga memiliki keturunan dengan kondisi sehat atau negatif virus HIV. Pengobatan yang benar dan gaya hidup sehat harus dilakukan sesegera mungkin.
Hal ini dipertegas Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan, yang menurutnya, Unik, yang kesehariannya menjadi guru di salah satu SD di Semarang ini, adalah contoh pola hidup yang sehat sekalipun mengidap HIV, memiliki seorang anak dengan kondisi sehat dan negatif dari virus HIV, bahkan setelah menikah lagi, suaminya pun dalam kondisi sehat dan tidak terjangkit HIV.
Terkait peringatan Hari AIDS sedunia sendiri, menurut Asisten Administrasi Setda, Sumaedi, sesuai Surat Menko Kesra yang ditindaklanjuti dengan Keputusan Menteri Perhubungan tentang pembentukan panitia peringatan hari AIDS, maka Kantor Perhubungan Kabupaten Wonosobo selaku koordinator kegiatan, bekerjasama dengan Instansi dan Lembaga terkait, Dinas Kesehatan, LSM, Sektor Swasta, Dunia Usaha, Organisasi Profesi, dan mitra karja transportasi telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangkaian peringatan hari AIDS sedunia.
Diantaranya dengan melakukan sosialisasi pencegahan penanggulangan HIV/AIDS kepada Wanita Penjaja Seks (WPS), para Pendidik, Anak Sekolah, Anak jalanan, anggota Dharma Wanita, ibu-ibu Gabungan Organisasi Wanita (GOW), serta kegiatan VCT (Voluntary Counseling Test) terhadap WPS, Pemandu Lagu (PL) Karaoke di kafe, Ibu hamil di Pedesaan, buruh pabrik, komunitas motor, komunitas transportasi, waria dan populasi kunci lainnya.
source: wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here