Puluhan Ribu Keluarga Belum Miliki Jamban Ideal

WONOSOBOZONE – Angka kemiskinan yang masih tinggi di Kabupaten Wonosobo tak dapat dilepaskan dari faktor rendahnya kepemilikan jamban ideal pribadi. Penelitian oleh Prof Donald Stewart, Prof Darren Gray dan DR.dr Budi Laksono MHSC dari Australian National University (ANU) Canberra, Australia selama 4 hari, sejak Senin (5/9) menunjukkan, ada puluhan ribu keluarga di Wonosobo belum memiliki fasilitas dasar tersebut. Ketika ditemui di Akper Pemprov, Kamis (8/9), Budi Laksono mengungkapkan fakta pentingnya kepemilikan jamban ideal terhadap kualitas kesehatan masyarakat.
Semakin rendahnya jumlah jamban ideal, disebut Budi akan berimbas pada tingginya angka kesakitan warga. “Di Indonesia sendiri, masih ada sekitar 94 Juta orang belum bisa mengakses jamban ideal, atau setara dengan 24 Juta lebih keluarga,” terang Budi. Hal itulah yang menurut Budi kemudian menarik perhatian para peneliti, termasuk kedua Profesor ahli sanitasi lingkungan dari ANU. “Saya menunjukkan data-data, dan kedua Profesor itu tertarik dan berminat untuk turut membantu pengadaan jamban ideal murah di Indonesia,” tutur Budi. Mengingat ia pernah lama menjadi staff pengajar di Akper Pemprov di Wonosobo, Budi mengaku akhirnya upaya tersebut ia fokuskan mulai dari Wonosobo. 
“Ada tak kurang dari 1.500 jamban murah yang akan kami bangun secara bertahap, dengan menggunakan dana dari Australia,” ungkapnya. Setidaknya, ada 4 desa yang menurut Budi bakal menjadi proyek percontohan jamban murah, dan secara bertahap akan meluas ke desa-desa lain. “Proyek ini sekaligus untuk mendorong agar desa bersedia menggunakan dana transfer untuk membangun jamban murah, karena menurut perhitungan kami, apabila dana transfer dialokasikan sebesar 25% saja untuk membuat jamban, maka hanya dalam 1 tahun saja masalah ini bisa tuntas,” pungkasnya.
Adanya upaya untuk mengentaskan permasalahan jamban oleh para peneliti tersebut ditanggapi positif Wakil Bupati, Agus Subagiyo. Menurut Agus, hal itu sejalan dengan visi dan misi Pemkab Wonosobo yang kini terus berupaya menekan angka kemiskinan. “Karena kepemilikan jamban juga menjadi indikator kemiskinan, sehingga saya berharap nantinya seiring tuntasnya masalah jamban, prosentase kemiskinan di Wonosobo juga bakal jauh menurun,” tanggap Wabup. Agus juga mengaku demi suksesnya program tersebut, ia menyediakan fasilitas pendukung bagi penelitian yang tengah dilakukan Dr Budi Laksono MHSC dan kawan-kawannya selama di Wonosobo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here