Puluhan Pelajar Ikuti Festival Tari

WONOSOBOZONE – Puluhan pelajar  SLTP dan SLTA dari 8 sekolah mengikuti Festival Tari antar Pelajar yang digelar Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (DISDIKBUDPORA) Kabupaten Wonosobo, Selasa, 20 Desember di Pendopo Kabupaten Wonosobo.
Menurut Sekretaris DISDIKBUDPORA Kabupaten Wonosobo, Satriyatmo, festival ini sengaja digelar pihaknya sebagai upaya menumbuhkan karakter positif peserta didik, karena diyakini seni berkaitan dengan budaya yang bisa mengasah kreatifitas, keterampilan, karakter dan perilaku anak, sebagai bekal untuk menyongsong masa depan. Saat ini munculnya berbagai konflik, ditengarai karena masyarakat sudah banyak yang melupakan budaya luhur bengsa berbasis kearifan lokal, yakni budaya persatuan dan saling menghargai satu sama lain. Untuk itu, tema yang diangkat pada festival kali ini adalah wujudkan pelajar Wonosobo yang bermartabat melalui budaya.
Disisi lain, festival ini merupakan salah satu bentuk pengkayaan budaya dan pendidikan karakter yang memiliki keunikan dan kekhasan budaya masyarakat lokal, sekaligus bisa menjadi daya dukung aktifitas daya tarik budaya serta pendidikan di Wonosobo.
Keberadaan  seni tari yang tumbuh sebagai bagian dari kekayaan pendidikan dan budaya tersebut, perlu dikembangkan sebagai industri budaya dan pendidikan berkarakter serta mempunyai daya tarik dan nilai tambah, khususnya bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Hal ini tidak lepas dari upaya dan kemampuan para seniman untuk mengemas berbagai aset kegiatan tersebut menjadi paket-paket yang menarik, kompetitif dan bernilai jual tinggi.
Ditambahkan  Satriyatmo, pihaknya mengapresi generasi muda yang memiliki kemauan untuk ikut berperan serta melestarikan seni dan budaya melalui tarian, sebab di satu sisi generasi muda saat ini lebih senang dianggap sebagai manusia modern yang terlihat dari cara sikap, berpakaian dan berkomunikasi yang cenderung mengikuti apa yang dilakukan orang barat, sehingga terkadang mereka melupakan budayanya sendiri yang seharusnya dipertahankan atau bahkan dieksplorasi lebih dalam.
Senada, salah satu juri, Mudiyono dari Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara, menyampaikan bahwa festival tari ini bisa menjadi upaya pembinaan dan pelestarian seni tradisional yang berkembang di masyarakat, sekaligus upaya revitalisasi seni tari yang ada saat ini, sehingga tidak akan punah ditelan perubahan jaman. Juri lain, Winarni dan Retno Palupi menambahkan, bahwa penilaian didasarkan pada wiraga atau peragaan sikap dan gerak dari seluruh anggota tubuh termasuk penguasaan keterampilan gerak dalam tari. Kemudian wirama atau ketukan irama dan dinamika perpindahan sikap gerak yang selaras dalam tari, wirasa atau ekspresi raut muka yang menggambarkan karakter tarian serta wirupa atau penampilan penari dari ujung atas sampai ujung bawah (performers).
Dalam festival kali ini, tiap kelompok terdiri dari 5 sampai 7 orang, dengan tiap kelompoknya tampil maksimal 10 menit. Delapan kelompok tersebut berasal dari SMA 1 Kaliwiro, SMA 1 Mojotengah, SMPN I Leksono, SMAN 1 Wonosobo, SMPN 1 dan 2 Selomerto, SMKN 1 Wonosobo dan MAN Wonosobo. Tampil sebagai juara pertama, SMAN 1 Wonosobo dengan total nilai dari 3 juri sebesar 1021, disusul SMPN 2 Selomerto dengan nilai 985 dan SMKN 1 Wonosobo dengan nilai 970. Adapun juara harapan, berturut-turut diraih SMPN 1 Selomerto dengan nilai 940, SMPN I Leksono dengan nilai 929 dan SMA I Kaliwiro dengan nilai 924.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here