Puasa Sebagai Langkah Mentakhallikan Diri

WONOSOBOZONE – Puasa merupakan salah satu ibadah bagi orang muslim, dan puasa merupakan rukun islam yang ke tiga , sedangkan puasa ramadhan merupakan ibadah wajib bagi kaum muslim kecuali ada hal tertentu yang menghalanginya. Takhalli dalam dunia tasawuf merupakan langkah yang mendasar untuk seseorang dapat menuju suatu maqom tertentu yang akan dituju, baik pada maqom syariat, tarikat, hakekat atau makrifat. Untuk dapat mencapai pada makqom tersebut maka takhallilah proses utama yang harus dilalui yaitu suatu proses membersihkan diri dari suatu kotoran hati atau sering disebut penyakit hati.
Pada dasarnya Manusia itu terlahir dalam keadaan yang fitrah, murni, lurus, benar sebagai mana yang di isyaratkan Allah dalam kitab suci-Nya (Qs Ar Ruum: 30)  ”Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Jelas dalam ayat tersebut bahwa seseorang yang terlahir didunia ini pada hakekatnya ialah murni dan bersih tidak mempunyai kotoran hati ataupun dosa yang dibawa pada saat dilahirkan, jadi telah sepatutnya diri yang penuh noda harus kita bersihkan dan kita fitrahkan kembaali sebagaimana hakekat awal kita diciptakan yaitu salah satu langkah yang bisa kita jalankan yaitu dengan berpuasa. Baik pada bulan ramadhan ini maupun puasa sunnah selepas bulan ramadan.
Puasa yaitu identik dengan tidak makan, minum, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dari waktu subuh hingga magrib, dibalik itu semua puasa memiliki subtansi yang amat penting bagi diri seseorang yang memiliki suatu prablem dalam diri jasmani maupun rohani.
Puasa yaitu sarana untuk menjauhkan diri dari hawa nafsu, sehingga apabila hawa nafsu yang dalam hal ini adalah nafsu yang buruk telah mampu kita kontrol maka berbagai penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, dan penyakit lainnya akan musnah secara perlahan , ini lah yang kita namakan sebagai tahap mentakhallikan diri yaitu bahwa puasa mampu membersihkan diri kita dari kotoran atau penyakit hati tadi.
Bagi orang yang telah memahami puasa secara mendalam atau internal personality dari puasa tersebut, maka puasa Ramadhan ini akan dijadikannya sebagai ajang mencari pahala sebanyak mungkin ataupun mendekatkan dirinya kepada Allah sedekat mungkin. Dia tidak mau menyia-nyiakan waktu sedikitpun untuk berbuat hal hal yang dianggapnya kurang membawa faedah atau manfaat bagi dirinya yang ia lakukan hanya taqorrub ilallah (mendekatkan diri kepaada Allah ) dan mencari keberkahan dari-Nya.
Selepas dari ramadan ia akan meneruskan dengan puasa sunnah untuk mendapatkan tambahan pahala dari allah dan memperbaiki kesalahan kesalahan yang telah lalu dengan kebaikan kebaikan yang baru sebagai bentuk atau hasil dari ibadah pada bulan ramadhan yang telah dikerjakannya.
Maka dari itu, dalam bulan yang suci ini marilah kita sucikan, hati, jiwa dengan menjalankan puasa dengan sungguh-sungguh dengan penuh keihlasan sebagai bentuk pembersian hati dan jiwa ( Takhalli ). Maka tingkatkan iman dan taqwa dengan cara memperbanyak ibadah baik diwaktu siang, malam, pagi maupun sore juga setiap hembusan nafas kita, detak jantung kita, kitarasakan dan diupayakan untuk selalu mengingat Allah SWT, mengingat betapa maha besar Allah, kemurahaan beserta keesaannya, sehingga akan timbul rasa syukur yang mendalam pada diri kita atas nikmat yang telah diberikan-Nya dan senantiasa setan tidak berdaya menggoda hamba Allah yang sedang berpuasa dengan tulus dalam rangka membersihkan jiwa dan hati.
Penulis: Kader HMI Cabang Wonosobo
Foto: Tribunnews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here