Program Ecodistrict Berlanjut, Wonosobo Jadi Percontohan Manajemen Kota Nasional

WONOSOBOZONE – Program penataan kota Wonosobo masa depan, yang dikemas dengan nama Ecodistrict akan dilanjutkan. Kepastian terkait hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Cipta Karya dan Kebersihan Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto, di sela pertemuan dengan Frank Mirouge, konsultan Ecodistrict dari Perancis, di kawasan Pendopo Kabupaten, Kamis (4/8). “Bapak Bupati, Wakil Bupati hingga Sekda sudah bertemu langsung dengan tim konsultan Ecodistrict dan berkomitmen untuk mendukung penuh kelanjutan program Ecodistrict, mengingat kemanfaatan yang akan diperoleh Kota Wonosobo sangat menjanjikan,” terang pria yang akrab disapa Adin tersebut. Setelah digulirkan pada Agustus 2015 lalu, program Ecodistrict untuk Kabupaten Wonosobo, dikatakan Adin masih akan menyasar upaya penataan kawasan perkotaan seluas 191 hektar. “Simpulnya ada di Kalianget, Mendolo dan Tawangsari, sehingga ketika nantinya akan meliputi pula jalur lingkar utara dan jalur lingkar selatan,” lanjut Adin.
Program yang diinisiasi oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tersebut, menurut Adin bakal merubah wajah Kota Wonosobo secara umum, sehingga kelak tidak ada lagi permukiman kumuh maupun kemacetan yang menghiasi kesehariannya. “Lebih dari sekedar melakukan penataan, melalui program Ecodistrict ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga akan menuai hasil dari investasi infrastruktur, sehingga di masa mendatang akan ada imbal hasil yang diperoleh,” beber Adin. Wajah Kota Wonosobo secara bertahap bakal lebih menyenangkan, sehingga konsep memberikan kenyamanan kepada warga, maupun wisatawan pendatang akan terwujud. Salah satu contoh ecodistrict, dijelaskan Adin adalah penggunaan tenaga mikro hydro untuk menyalakan lampu penerangan jalan. “Dengan menggunakan tenaga mikrohydro, jelas biaya listrik untuk penerangan jalan umum tidak akan semahal saat ini,” ungkapnya. Pihaknya, dikatakan Adin juga bakal menggandeng berbagai pihak untuk turut berkontribusi secara aktif dalam program Ecodistrict. “Selain BUMN-BUMD, beberapa perusahaan swasta yang ada di Wonosobo juga akan kita gandeng untuk turut terlibat dan berpartisipasi aktif di program Ecodistrict.
Keterlibatan semua elemen masyarakat dalam program Ecodistrict menuju Kota masa depan Wonosobo, menurut Frank Mirouge selaku konsultan memang tak dapat ditawar. “Seperti saya sampaikan pada kickoff tahun lalu, program Ecodistrict ini kuncinya adalah pada komitmen pimpinan daerah dan keterlibatan semua pihak, termasuk unsure pemuda, organisasi masyarakat, keagamaan hingga semua lapisan masyarakat,” urai Frank.  Pemerintah pusat melalui Kementerian PU-PERA, dikatakan Frank telah mempercayakan Kabupaten Wonosobo sebagai pilot project Nasional bersama Kota Jogjakarta dan Kota Semarang. Sehingga selayaknyalah semua pihak turut memberikan dukungannya. “Kota Wonosobo yang semakin nyaman, baik sebagai hunian maupun destinasi wisata, bakal lebih cepat diwujudkan apabila semua pihak berkontribusi mendukungnya,” pungkas Frank.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here