Praktek Aborsi Dukun Bayi terbongkar, puluhan tulang bayi ditemukan

WONOSOBOZONE, MAGELANGZONE – Satreskrim Polres Magelang berhasil mengungkap kasus praktek aborsi di Ngargoretno Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Untuk memastikan tindakan ilegal itu, polisi melakukan pembongkaran makam janin di kebun belakang rumah pelaku (19/6).

Praktek aborsi diduga dilakukan oleh Yamini, 57 yang berprofesi sebagai dukun bayi, warga Dusun Wonokerto, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Magelang. Pelaku sendiri kini berhasil diamankan petugas Polres Magelang.

Dari hasil penggalian yang dilakukan di belakang rumah pelaku Polisi berhasil menemukan puluhan kantong plasik berisikan tulang bayi yang diduga korban aborsi.

Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi korban aborsi yang dirawat di RSUD Muntilan, Senin (18/6). “Dari informasi tersebut jajaran satreskrim Polres Magelang langsung melakukan penyelidikan, dan ternyata benar terdapat praktek tersebut dengan tersangka serta lokasi tersebut tadi,” katanya.

Pelaku berhasil diamankan dirumahnya tanpa perlawanan (18/6) malam. “Tidak hanya pelaku, namun pasien aborsi yang ikut diamankan yakni NH, 40 bersama suami sirinya M, 40 warga mungkid, Magelang, Jadi total sementara yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka ada tiga orang,” imbuhnya.

Saat proses penggalian di kebun belakang rumah pelaku ditemukan puluhan janin dalam kantong plastik. “Kami lakukan penggalian di kebun dengan Arwan 1×1,5 meter dan terdapat 20 kantong plastik berisi janin yang sudah menjadi tulang tulang,” paparnya.

Hari Purnomo menambahkan, meskipun kami belum bisa memastikan jumlah bayi yang sudah diaborsi oleh pelaku, namun kita terus akan melakukan penyelidikan. “Informasi yang kami dapat dari pelaku, dirinya sudah menjadi dukun bayi selama 25 tahun dan mengaku melakukan praktek aborsi sebanyak delapan kali,” tambahnya.

Akibat perbuatannya, pelaku terjerat undang undang nomor 35 tahun 2014 pasal 80 ayat 3 dan 4 tentang perlindungan anak. “Pelaku ini terancam hukuman maksimal 15 tahun dan atau denda paling banyak Rp 3 miliar,” pungkasnya. (bsn)
.
sumber: www.borobudurnews.com

BACA JUGA:  Bupati Resmikan SINTA PATEN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.