Prajurit Buat Pakta Intergritas Narkoba

WONOSOBOZONE – Dalam rangka pembrantasan Narkoba harus didukung oleh semua element bangsa termasuk TNI sebagai benteng negara harus selalu mengawal program pemeritah. Saat ini negara dalam situasi gawat narkoba.  Untuk itu pimpinan TNI mengintruksikan kepada jajaran dibawahnya  agar dengan sungguh – sungguh membrantas Narkoba yang dikemas dalam bentuk surat pernyataan bahwa anggota TNI dilarang terlibat baik sebagai pengguna, pengedar maupun beking.  Deklarasi integritas Narkoba di Kodim 0707/Wonosobo dipimpin langsung oleh Komandan Kodim Letkol Czi Dwi Hariyanto bertempat di halaman Makodim  yang diikuti seluruh anggota baik militer maupun PNS. (26/2). 
Dalam amanatnya disampaikan bahwa kita sebagai anggota TNI dilarang keras menggunakan, mengedarkan muapun menjadi beking.  Sangsi yang diberikan bagi mereka yang terlibat disamping diproses secara hukum mendapat tambahan yaitu dipecat.  Kalau sudah dipecat yang rugi tidak hanya yang bersangkutan akan tetapi keluarga kita juga kena imbasnya. Masa depan menjadi suram. 
Penekanan lebih lanjut adalah bahwa narkoba merupakan salah satu dari bentuk dari proxy war. Perang ini terjadi tetapi korban tidak menyadarinya.  Negara akan lemah dengan sendirinya yaitu melalui rusaknya masyarakat,  jika masyarakat atau rakyat sudah rusak maka akan dengan mudah dikuasainya negara tersebut, sementara pelakunya tidak kita ketahui. 
Sebenarnya narkoba ini merupakan senyawa-senyawa psikotropika yang biasa digunakan dokter atau rumah sakit untuk membius pasien yang mau dioperasi atau sebagai obat untuk penyakit tertentu, tetapi persepsi tersebut disalah artikan akibat penggunaan di luar fungsinya dan dengan dosis yang di luar ketentuan. Apabila disalah gunakan, bahaya narkoba dapat mempengaruhi susunan syaraf, mengakibatkan ketagihan, dan ketergantungan, karena mempengaruhi susunan syaraf. Dari ketergantungan inilah bahaya narkoba akan mempengaruhi fisik, psikologis, maupun lingkungan sosial.
Bahaya narkoba terhadap fisik antara lain  :  Gangguan pada system syaraf (neurologis), Gangguan pada jantung dan pembuluh  darah (kardiovaskuler), Gangguan pada kulit (dermatologis),  Gangguan pada paru-paru (pulmoner), Sering sakit kepala, mual-mual dan  muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan insomnia, Gangguan terhadap kesehatan reproduksi yaitu gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual. Gangguan terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid), Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya  adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV, Bahaya narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya.
Bahaya narkoba terhadap psikologi antara lain :  Kerja lamban dan seroboh, sering tegang dan gelisah, Hilang rasa percaya diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga, Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal, Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan, Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
Bahaya narkoba terhadap lingkungan social  antara lain : Gangguan mental, Anti-sosial dan asusila, Dikucilkan oleh lingkungan, Merepotkan dan menjadi beban keluarga, Pendidikan menjadi terganggu dan masa depan suram.
Dengan begitu bahayanya Narkoba maka Letkol Czi Dwi berpesan jauhi narkoba, awasi keluarga kita jangan sampai keluarga kita terkena Narkoba, belum lagi kalau kita ketahuan bisa – bisa dipecat.  Dan juga jangan sekali – kali menjadi beking kegiatan narkoba.  Untung tidak seberapa akan tetapi jabatan dan keluarga serta masa depan taruhannya itu pasti. Acara diakhiri dengan pembacaan surat pernyataan tidak pernah menggunakan Narkoba.
Laporan: Ahmad ridho,  s.kom
  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here