PPNI Wonosobo Sasar Pondok Gila Bu Utiyah Erorejo, Kebanyakan Pasien Menderita Scabies

WONOSOBOZONE – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) wilayah Wonosobo menggunakan momentum HUT yang ke 44 nya untuk melakukan bhakti sosial ke beberapa daerah pelosok. Diantaranya di Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang. Dimana di daerah yang berjarak lebih dari 30 km dari pusat kota tersebut terdapat tempat rehabilitasi bagi orang-orang gila yang bernama yayasan Dzikrul Ghofilin. Sedikitnya ada 150 pasien yang mendapatkan pengobatan gratis dari PPNI Kab. Wonosobo. “Pada HUT kali ini, kami mencoba menyasar wilayah yang jauh dari keramaian sekaligus wilayah yang juga memiliki akses kendaraan sulit. Ternyata kami rasa pondok gila ini merupakan sasaran kegiatan yang tepat untuk diberikan bantuan pengobatan gratis,” terang Ketua perayaan HUT PPNI wilayah Wonosobo yang ke-44, Soni Budiyono di sela pengobatan gratis bagi seluruh penghuni pondok gila milik bu Utiyah, Sabtu (7/4/18).

Hal tersebut dibenarkan oleh ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kab. Wonosobo, Muhammad Fahrurozi yang pada kesempatan tersebut ikut berpartisipasi dalam perayaan HUT PPNI. Pria yang akrab dengan sebutan Uzi itu mengatakan alasan lain menyasar pondok gila di Erorejo karena belum termilikinya donator tetap dari Yayasan Dzikrul Ghpfilin tersebut. Selain itu, lanjut Uzi, pondok gila yang menampung ratusan pasien tersebut juga tak memiliki ahli psikolog tetap yang membina maupun merehab para pasiennya. Melainkan hanya Ibu Utiyah sendiri yang membimbing karena memiliki latar belakang sebagai Guru Agama. “Disini kebanyakan penyakitnya adalah Scabies atau gatal-gatal. Hal itu dikarenakan kurang terjaganya kebersihan dari masing tempat tidur pasien. Yah namanya juga orang yang kurang normal, kadang BAK bahkan BAB di sembarang tempat. Namun sudah kami berikan obat serta pemahaman agar dapat menjaga kebersihan. Semoga dapat berguna,” tandas Uzi.

BACA JUGA:  Ribuan Orang Hadiri Harlah IPHI Ke-28

Menanggapi aksi sosial yang digencarkan oleh PPNI Wonosobo, Utiyah selaku pemilik pondok gila mengucapkan terimakasih. Ia mengaku sangat bersyukur atas perhatian para perawat Wonosobo yang telah memberikan sumbangsih dalam mengatasi masalah kesehatan fisik di yayasannya yang telah dibangun sejak 2003 silam. Karena menurut Utiyah, selama ini belum pernah ada donatur yang memberikan bantuan berupa pengobatan untuk seluruh pasien secara serentak. “Yang ada hanya untuk beberapa. Bahkan petugas lembaga kesehatan setempat mengaku kuwalahan atas banyaknya pasien kami sedangkan jumlah tenaga kesehatan mereka terbatas. Kami sangat bersyukur. Semoga hal ini dapat memotivasi orang baik lainnya yang ingin membantu kami,” pungkas Utiyah. (Ard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here