Potensi Besar Land Sliding Di Kaliwiro dan Wadaslintang Diwaspadai

WONOSOBOZONE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo tengah dalam status darurat siaga bencana. Sejumlah potensi kebencanaan terus diwaspadai, mengingat cuaca di awal Tahun 2017 ini, dinilai belum sepenuhnya kondusif. Kepala pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD, Prayitno saat ditemui seusai apel darurat bencana di Halaman Pendopo Kabupaten, Senin (23/1), menyebut setidaknya ada tiga desa di 2 Kecamatan yang menjadi perhatian khusus pihaknya. “Desa Ngasinan Kaliwiro, serta desa Kaligowong dan Kalidadap di Kecamatan Wadaslintang berpotensi land sliding, alias tanah bergerak cukup besar, sehingga kami waspadai,” jelas Prayitno. Potensi land sliding di ketiga desa tersebut, masuk kategori besar karena menurut Prayit luasannya mencapai sekitar 7 hektar.
Selain land sliding, curah hujan yang masih cukup tinggi diakui Prayit juga masih berpotensi menimbulkan longsor di sejumlah wilayah. “Potensi bencana lain, seperti kebakaran dan angin puting beliung juga saya nilai masih harus diperhatikan secara serius,” ungkapnya. Melalui apel Siaga Bencana yang melibatkan lintas unsur seperti TNI, kepolisian, Dinas Kesehatan sampai beberapa organisasi relawan bencana tersebut, Prayitno mengaku sangat berharap agar koordinasi dalam rangka mewujudkan Wonosobo sebagai Kabupaten tangguh bencana, lebih solid. Permasalahan dan kendala ketika di lapangan saat terjadi bencana, menurut Prayit salah satunya adalah masih sering nya terjadi overlapping antar organisasi. “Dengan adanya apel bersama ini, saya berharap kendala itu bisa teratasi karena semua berkumpul, termasuk peralatan dan perlengkapan juga bisa dilihat sejauh mana fungsi dan kesiapannya apabila sewaktu-waktu harus digunakan,” tandasnya.
Harapan yang sama juga dikatakan Dandim 0707 Wonosobo, Letkol CZI Dwi Hariyono dan Wakapolres, Kompol Christian Aer. Menurut Dandim, selain untuk cek peralatan siaga bencana, apel bersama juga menjadi media strategis bagi para relawan dan jajaran BPBD serta TNI – Polri untuk saling berkoordinasi, sehingga ketika harus terjun ke lapangan saat terjadi musibah, sudah paham tugas dan tempatnya masing-masing. “Jajaran kami di Kodim siap mulai dari tingkat Kabupaten sampai Kecamatan, bahkan untuk deteksi awal sudah disiapkan Posko Aju,” tegas Dandim. Sementara, bagi jajaran Polres Wonosobo. Apel siaga bencana tersebut disebut Wakapolres dimanfaatkan untuk memastikan sejauh mana peralatan yang biasa digunakan dalam penanggulangan bencana berfungsi dengan baik. “Peralatan, terutama dari sabhara kami ada tenda, tandu, gergaji sampai lampu elektrik dan peralatan lain serta  kendaraan-kendaraan kami pastikan siap pakai sewaktu-waktu,” tegas Kompol Christian. Lengkapnya peralatan, serta kesiapannya dipakai setiap saat, diakui Wakapolres menjadi keharusan karena Wonosobo memang merupakan daerah dengan karakteristik rawan bencana.
Kesiagaan lintas unsur demi menanggulangi bencana, diapresiasi Bupati Wonosobo, Eko Purnomo. Dalam sambutannya selaku Inspektur Apel, Bupati menyampaikan terimakasih nya kepada jajaran BPBD, TNI, Polri maupun unsur relawan dari berbagai organisasi non pemerintah. “Kerja keras semua pihak untuk mewujudkan Kabupaten Wonosobo tangguh bencana sangat berarti bagi kemanusiaan, karena dengan semakin tingginya kewaspadaan kita, kejadian bencana lebih cepat ditangani dan ditanggulangi,” pungkas Bupati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here