POLA HIDUP BERSIH HARUS TERUS DILAKUKAN

WONOSOBOZONE – Agar tercapai hidup yang sehat, maka pola hidup bersih harus terus dilakukan. Pola hidup bersih juga harus dilakukan dengan cara yang bersih. Seperti rumah yang kotor harus dibersihkan, cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan buang air besar di jamban/WC. Demikian disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo SH. M.IP, saat melakukan kunjungan di Kelurahan Wringinanom Kertek, Rabu sore, 18 November 2015. 
Ganjar Pranowo dalam kunjungannya, meninjau hasil dari penerima bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Wringinanom menyampaikan bahwa penerima bantuan harus memulai dengan pola hidup bersih dan sehat, sehingga kesehatan penghuninya agar tetap terjaga. Ganjar juga menekankan agar penerima bantuan maupun masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dengan buang air bersih di jamban/WC. Tinggalkan pola dan stigma buang air besar di kali maupun empang, karena itu tidak sehat. 
Oleh karena itu diharapkan setiap rumah memiliki jamban sendiri, paling tidak dengan pembuatan jamban komunal maupun jamban umum. Sehingga pola buang air besar di kali maupun empang bisa ditinggalkan, karena masih banyak masyarakat yang buang air besar dikali atau empang, bahkan beberapa di antaranya bukan karena mereka tidak memiliki jamban di rumahnya tapi karena kebiasaan. Oleh karena itu, saat ini Pemerintah Provinsi sedang menggalakkan program jamban sehat seantero Jawa Tengah. Program tersebut juga disokong sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat serta mendapat bantuan sumbangan dari pihak Swasta. 
Sementara Penjabat Bupati Wonosobo, Satiyo Hidayat, pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwa masih ada 17.018 RTLH di wilayah Wonosobo yang butuh dibantu agar warga miskin dapat tinggal di rumah yang layak. Bantuan yang sudah jalan hingga kini adalah pembangunan Rumah Tidak Layak Huni dari Kemenpera sebanyak 1400 unit. Sedangkan yang alokasinya diambil dari APBD II terdapat 290 unit dan dari program CSR terdapat 400 unit. Tak hanya itu, bantuan perbaikan RTLH juga disalurkan dari pemberian Bantuan Sosial (Bansos), baik yang disalurkan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, maupun Kabupaten/Kota. Secepatnya Pemerintah akan berusaha membantu masyarakat yang kurang mampu untuk perbaikan RTLH di Kabupaten Wonosobo. 
Tarjuli, Warga Rt 01 Rw 01 Dusun Kemiri Kelurahan Wringinanom Kecamatan Kertek Wonosobo merasa bahagia saat kediamannya disambangi orang nomor satu di Jawa Tengah, H Ganjar Pranowo SH MIP. Tarjuli yang merupakan warga penerima bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Pemerintah Provinsi tak henti-henti bersyukur dihadapan Gubernur Jawa Tengah tersebut. Dirinya mengaku dengan bantuan tersebut keluarganya bisa tinggal di rumah yang jauh lebih layak. Demikian pula dengan Tukimin, warga Rt 03 Rw 02 Dusun Kemiri, Wringinanom. Dirinya yang berprofesi sebagai tukang batu, yang juga menerima bantuan perbaikan RTLH dari Pemerintah Provinsi melalui Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Wonosobo. 
source : wonosobokab.go.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here