Poktan Resah, Penambangan Pasir Bikin Air Sungai Tidak Lancar

WONOSOBOZONE – Pembagian air yang tidak merata sering sekali memicu pertengkaran antar pengguna air sebagai kebutuhan pokok para petani. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan anggota Koramil-01/Wonosobo melaksanakan karya bhakti pemasangan bronjong bertempat dibawah jembatan desa Krasak, Mojotengah, Senin(9/1).
Aliran sungai Wangan Aji yang mengaliri lahan pertanian yang berada dibawahnya, sering dijebol oleh para penambang pasir. Sehingga debit air yang mengalir ke arah Wonosobo, Jaraksari, Sambek, Pagerkukuh, Kejiwan, Tawangsari, sering berkurang. Para petani yang berada didesa tersebut merasa resah karena kegiatan pertanian yang bersumber dari air kurang memadai. Kelompok tani mengadakan kordinasi dengan para babinsa masing-masing desa, serta DPU Pengairan. Dengan kordinasi yang sudah disepakati, pada hari ini bersama sama melaksanakan karya bhakti pemasangan bronjong. Itu dilakukan bertujuan untuk mengurangi aliran air yang kearah Jambean dan Kalibeber, yang sebetulnya sudah sangat cukup.
Petugas Dinas Pengairan Garung Rozi mengutarakan sungai tersebut sudah sering dipasang papan, tetapi oleh warga penambang pasir papan yang untuk membendung air sering dibuang, sehingga air yang ke arah Wonosobo dan sekitarnya menjadi berkurang. Siapa yang menjebol kami sendiri tidak tahu, tetapi kami sering patroli papan yang terpasang sudah hilang, tutur Rozi. Dimungkinkan oleh para penambang pasir, dengan cara mencari kelengahan petugas pembagi air. Dengan air yang deras harapan para penambang, pasirpun akan melimpah. Tetapi tidak memikirkan para warga yang sama- sama membutuhkan air, ia berharap dengan terpasngnya bronjong yang dilakukan oleh TNI, para penambang menjadi pikir-pikir , pungkasnya.
Oleh anggota Koramil-01/Wonosobo hal tersebut langsung ditindak lanjuti, agar keresahan warga berkurang dan air kembali normal sesuai dengan pembagian dari petugas. Dengan air yang cukup diharapkan pertanian bisa berjalan dengan lancar untuk menunjang program Pemerintah dalam hal ketahanan pangan. Serma Supriyatno, Serma Sugiharto, Serka Dremo dan Serda Suratman beserta seluruh kelompok tani 6 desa kurang lebih 60 orang bergotong royong memasang bronjong yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten. Serma Sugiharto dan Serma Supriyatno berharap dengan terpasangnya bronjong akan memperlancar aliran air ke desa binaannya. Para petani didesa binaannya bisa melaksanakan program pertanian tepat waktu dengan air yang cukup. Berharap pula dengan kecukupan air akan bisa meningkatkan hasil capaian panen para petani.
Pendim 0707/wsb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here