Pokdarwis Diminta Bentuk Forum Koordinasi, Agar Lebih Mudah Bertukar Pengalaman

Kepala Kantor Parekraf menyerahkan bantuan kostum badut Masha kepada Pokdarwis Desa Maron
WONOSOBOZONE – Peran kelompok sadar wisata (Pokdarwis)
desa di Kabupaten Wonosobo saat ini semakin terasa. Seiring kian bertumbuhnya
kesadaran desa-desa untuk mengembangkan potensi wisata mereka, maka diperlukan
pula peningkatan peran pokdarwis. Salah satu upaya untuk meningkatkan peran
pokdarwis, dikatakan Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agus Purnomo
adalah melalui komunikasi dan tukar pengalaman secara lebih intensif.
“Tidak harus ke luar daerah untuk study banding pengelolaan wisata desa,
karena dengan saling bertukar pikiran antar Pokdarwis pun, saya nilai cukup
efektif,” jelas Agus di sela paparan mengenai Pokdarwis dan Sapta Pesona
kepada 40 pengurus Pokdarwis se-Wonosobo, Rabu (16/3).
Para pengurus Pokdarwis, menurut Agus
perlu membentuk forum komunikasi atau semacam paguyuban, yang nantinya akan
menjadi media untuk saling berbagi ilmu. “Secara berkala, pokdarwis bisa
saling bertemu dan melakukan observasi di masing-masing objek wisata, bahkan
apabila memungkinkan pokdarwis yang menjadi tuan rumah pertemuan memberi
fasilitas untuk menginap,” lanjut Agus. Dengan menginap, Agus mengatakan
para pengurus pokdarwis akan lebih leluasa untuk saling memahami apa saja kelebihan
dan kekurangan objek wisata desanya. “Kami dari kantor Pafekraf juga akan
berupaya untuk bisa mendampingi setiap pertemuan apabila situasi memang
memungkinkan,” tegas Agus.
Forum Koordinasi Pokdarwis, disebut Agus
juga telah terbentuk di tingkat Provinsi Jawa Tengah. “Belum lama ini kami
juga diundang untuk menghadiri salah satu pertemuannya di Kabupaten
Wonogiri,” terangnya. Dalam forum pertemuan tersebut, para pengurus
dikatakan Agus, diberikan kesempatan untuk saling ngangsu kawruh dan diajak
pula berwisata keliling desa. “Dari kehadiran para peserta saja, desa akan
mendapat nilai tambah, dari menarik retribusi penginapan, sehingga secara tidak
langsung memberi efek positif untuk ekonomi warganya,” tambah Agus.
Bagi para pengelola Pokdarwis, imbauan
Kepala Kanparekraf itu selaras dengan keinginan mereka mengupayakan peningkatan
kapasitas. Anas Fauzi, dari Pokdarwis Desa Erorejo, Kecamatan Wadaslintang
menjadi salah satu yang sepakat dengan ide membentuk forum itu. “Dengan
ada saling komunikasi dan bertukar informasi, maka secara bertahap tentu bakal
berimbas positif terhadap kapasitas kami selaku pengelola Pomdarwis,”
tutur Anas. Dari pertemuan rutin pokdarwis pula, Anas meyakini sektor
pariwisata di Kabupaten Wonosobo akan semakin mampu menunjukkan perannya
sebagai salah satu solusi mengentaskan kemiskinan dan pengangguran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here