PETANI KESULITAN JUAL HASIL PANEN LANTARAN HARGA GABAH ANJLOK

BANJARNEGARA – Mayoritas mata pencaharian masyarakat Kecamatan Susukan Banjarnegara adalah Petani yang mengandalkan hasil panennya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Petani padi mulai mengeluh lataran kesulitan menjual hasil panennya.

Petani asal Desa Demasari Kecamatan Susukan, Suratno Hamid mengungkapkan, para tengkulak enggan membeli gabah mereka karena harga gabah yang cenderung turun.

“Kami petani yang di desa bingung. Apakah ada permainan dari tengkulak besar. Panen sudah hampir selesai se Kecamatan Susukan. Kami kesulitan menjual gabah karena pedagang takut merugi,” katanya Senin (1/4/2019).

Menurutnya, harga gabah terus menurun. Sehingga pedagang enggan membeli karena tidak mau menanggung rugi. Harganya gabah turun terus. Sore ini informasinya gabah Legawa sudah di angka Rp 410 ribu per kuintal, IR Rp 420 ribu per kuintal.

Padahal sehari sebelumnya, harga gabah jenis Legawa masih berada di angka Rp 440 ribu per kuintal dan IR 64 450 ribu per kuintal. “Harga sudah murah. Itupun jarang pedagang yang mau beli karena pedagang sudah rugi saat membeli gabah kemarin,” imbuhnya.

Anggota DPRD Banjarnegara, Galih Pamungkas mengatakan, kondisi ini membuat petani gelisah. Kondisi yang tidak menentu ini, dikhawatirkan dimanfaatkan tengkulak atau pedagang besar untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya.

“Kondisi yang tidak menentu membuat petani yang mau jual gabah juga tidak bisa karena tidak ada harga acuan. Pedagang mau beli juga tidak bisa karena takut rugi,” jelasnya.

Artikel dikutip dari Radarbanyumas.co.id Penulis Darno, link
 https://radarbanyumas.co.id/gabah-anjlok-petani-kesulitan-jual-panen/

BACA JUGA:  Bupati Wonosobo Beri Pembekalan Taruna AKMIL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.