Petani Karanganyar Kagumi Buah Carica

Wonosobozone – Sebanyak 176 pengurus kelompok tani dari Kabupaten Karangnayar belajar ke agrocarica Dusun Wadasputih Desa Parikesit Kejajar. Mereka tertarik untuk mempelajari carica atau pepaya khas dieng serta jenis tanaman lain yang di budidayakan petani di lereng pegunungan dieng.

Terdapat sekitar 30 ribu lebih  pohon carica milik warga dusun wadasputih di area agrocarica berbasis masyrakat yang dikelola oleh Pokdarwis Wadasputih. Tumbuhan carica hidup diantara batuan gunung dieng dan menjadi pembatas tanaman sayuran yang di kelola oleh petani wadasputih.

“ agrocarica berbasis masyarakat ini unik, sebab dimiliki oleh warga setempat, pohon carica juga terlihat aneh bagi kami, nyaris seperti pohon pepaya pada umumnya, namun lebih kecil dan mengeluarkan bau wangi,” ungkap Suhardi (45) peserta studi banding asal Kecamatan Tawangmangu Karanganyar kemarin

Dirinya mengaku  cukup puas  telah mengetahui seluk beluk pohon carica. Pasalnya selama ini dia hanya mendengar dari banyak orang terkait pohon carica khas dieng yang sudah terkenal hingga ke daerahnya.

“ Jadi setiap mendengar kata dieng, selalu ada kata carica, bahkan ketika saya akan berangkat , keluarga dirumah wanti-wanti, agar jangan lupa membawa buah carica, akhirnya disini semua terjawab, ternyata ini  pepaya gunung khas dieng,” katanya.

Sebagai petani,  Suhardi juga tertarik menanam bibit carica dieng untuk di budidayakan di daerahnya yang menurutnya memilki ketinggian yang nyaris sama dengan dataran tinggi dieng.

“ Ya ingin coba tanam di daerah kami, saya punya lahan di dataran tinggi seperti ini, mungkin cocok ya, semoga berbuah nanti,” ujarnya.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Pemkab Karanganyar, Budi Supriyono mengatakan bahwa studi banding ke kawasan agrocarica wadasputih kejajar merupakan upaya Pemkab Karanganyar mengenalkan berbagai potensi pertanian di indoensia.

BACA JUGA:  Temukan Makanan Mengandung Zat Berbahaya, Dinkes Beri Teguran dan Pembinaan kepada pedagang

“ Studi banding dan peningkatan kapasitas petani ini program yang hampir setiap tahun dilaksanakan oleh bagian perekonomian setda bersama dengan DPU Karanganyar,” ungkapnya.

Pesertanya adalah pengurus kelompok tani di semua kecamatan yang ada di kabupaten Karanganyar. Harapnnya nanti pengurus kelompok tani bisa belajar hal baru, penambahan wawasan dan juga kemampuan bertani yang semakin meningkat.

“ selain tanaman caica , di area agro wisata berbasis masyarakat ini banyak tanamnan lain seperti, buah kemar,  kentang, kacang-kacangan dan juga jenis sayuran lain, juga banyak petani yang sedang bekerja di lahan yang bisa dimintakan informasinya langsung,” katanya

Anggota Pokdarwis Wadasputih Parikesit Madzaeni mengatakan bahwa kunjungan 176 pengurus kelompok tani ke agrocarica cukup mengejutkan, sebab baru pertama kali kawasan yang masih dalam proses rintisan tersebut dikunjungi oleh ratusan orang.

“ ya cukup mengenjutkan, kita tidak mengira, apa yang kita gagas dengan masyarakat, khususnya petani wadasputih diminati oleh banyak orang dari kabupaten lain,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan agrocarica dimiliki oleh petani setempat yang memilki kawasan cukup luas dan tanamancarica  yang sangat banyak, sehingga  bisa diarahkan menjadi agro dan objek wisata minat khusus.

“ di lokasi ini kita kenalkan carica dari sejarahnya, proses budidayanya hingga pengelolaan pasca panen, secara kebetulan di wadasputih, semua ada, bahkan kemungkinan jumlah pohon carica yang ada lebih banyak dibanding desa lain di dataran tinggi dieng,” terangnya.

Sementara itu, Camat Kejajar Iwan Widiyanto menegaskan komitmenya untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi tempat pembelajaran tentang carica. Dia menilai warga dan komunitas pemuda setempat sudah siap memajukan agrocaria.

“ kita akan dukung dan fasilitasi, warga dan pemuda sudah siap, ini bagian dari upaya memajukan wisata berbasis masyarakat,” katanya. (*)

BACA JUGA:  Pasar Sapuran Dipugar, Pedagang Tempati Pasar Sementara Di Pabrik Kayu