Petani Garung-Kejajar Seriusi Penangkaran Kentang Mandiri


WONOSOBOZONE – Para petani kentang di kawasan Dieng mulai berpikir lebih serius untuk meningkatkan kualitas hasil panen mereka. Salah satu upayanya terlihat ketika pada Selasa (18/10), tak kurang dari 28 petani dari Garung dan Kejajar berkumpul di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kejajar untuk mengikuti pelatihan penangkaran benih kentang secara mandiri. Pelatihan yang direncanakan bakal berlangsung selama 3 hari tersebut, menurut Pramuji, salah satu petugas penyuluh lapang pertanian wilayah Kejajar, merupakan tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi penumbuhan dan pengembangan penangkar benih kentang, yang digelar pada akhir bulan Agustus silam, di Desa Buntu. “Langkah untuk menangkar benih secara mandiri ini penting agar para petani kelak mampu menanam kentang dengan benih yang memiliki kualitas bagus, sehingga hasil panen pun sesuai harapan,” jelas Pramuji.

Selama ini, para petani disebut pria yang akrab disapa Pram tersebut memperoleh benih dari daerah Jawa Barat, dan secara kualitas kurang memenuhi standar sehingga seringkali hasil panen tak memenuhi target, serta jauh dari harapan. Selain itu, benih yang dibeli para petani menurut Pram juga terhitung mahal, karena harga rata-rata pasaran mencapai 25 Ribu hingga 30 Ribu Rupiah per kilogramnya. “Padahal kebutuhan dalam sekali musim tanam per hektarnya bisa mencapai 1,5 ton benih, yang berarti modal untuk tanam kentang dari sisi benih saja sudah bisa mencapai 45 Juta Rupiah per hektar,” lanjut Pram. Melalui pelatihan yang menghadirkan narasumber dari kelompok tani Tunas Jaya Buntu dan petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Wonosobo tersebut, Pramuji mengaku berharap para petani kentang mampu menangkar benih, baik secara perorangan maupun berkelompok. “Kami dari Dinas Pertanian juga mendukung dengan penelitian di laboratorium mini untuk upaya kultur jaringan, demi mendapatkan hasil penangkaran benih kualitas terbaik,” tandas Pram.

Metode pembibitan dengan menggunakan model kultur jaringan, ditegaskan Pramuji merupakan langkah paling efektif demi memperoleh benih berkualitas, dan kelak melalui pelatihan ini para petani akan mampu melakukannya sendiri. Diharapkan, dengan kualitas benih yang terjamin, keinginan para petani mengulang masa jaya pertanian kentang di Dieng, dimana per hektar nya mampu menghasilkan lebih dari 25 ton bakal terulang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here