Peserta WTBF Dikenalkan Potensi Desa Wisata Di Wonosobo

WONOSOBOZONE.COM – Wonosobo Tourism Bussines Forum (WTBF), kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui kemitraan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan para pelaku wisata. Antara lain dari Asita Jateng, Asita Dolo raya, Asita Jogja, Aspi Jateng, Aspi Jogja, IPI Jogja dan PPW Jateng.

Even tahunan yang sukses menghadirkan tak kurang dari 35 sellers dan 80 buyers dari sejumlah biro wisata area Jateng-DIY tersebut, mengajak para peserta untuk mengekplorasi kekayaan potensi desa-desa wisata di Wonosobo selama dua hari terakhir, Selasa-Rabu (17-18/12/2019) kemarin.

Menurut Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Drs. Eko Yuwono mengungkapkan, WTBF sendiri merupakan kegiatan forum temu bisnis antara para pelaku wisata dengan biro-biro perjalanan wisata se-Jateng DIY sebagai media promosi potensi wisata desa yang sangat strategis.

Dari bertemunya para pelaku wisata ini kita berharap sejumlah sarana pendukung pariwisata seperti penginapan, penyedia jasa kuliner maupun pengelola objek wisata memiliki kesiapan dalam menyambut para wisatawan,” tutur Eko di sela acara Gala Dinner dengan peserta WTBF di Agrowisata Tambi Kejajar, Rabu (18/12).

Lebih lanjut dikatakan Eko, melalui forum yang juga diikuti oleh para penyedia jasa tersebut, pihaknya berharap mereka dapat membentuk jaringan pemasaran potensi wisata Wonosobo di lingkup yang lebih luas, sampai ke Nasional atau bahkan Internasional.

Dengan adanya jaringan pemasaran yang lebih luas cakupan kerjanya, maka beragam potensi wisata di Kabupaten Wonosobo yang selama ini belum terekspose secara optimal akan lebih dikenal dan mendatangkan wisatawan baru,” imbuhnya.

Untuk mengenalkan beragam potensi desa wisata, panitia WTBF langsung mengajak peserta untuk mengunjungi beberapa Desa Wisata dalam kemasan Fun Trip diantaranya di desa Reco, Giyanti, Maron dan Sendangsari. Antusiasme para peserta WTBF ketika diajak ke desa-desa wisata tersebut sangat menggembirakan.

BACA JUGA:  KPUD Wonosobo Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemilu 2019

Banyak yang selama ini belum mengenal alat musik khas Wonosobo bernama Bundengan, akhirnya bahkan terkagum-kagum dengan nada yang dihasilkan, juga kekayaan alam seperti di desa Reco maupun Maron mampu meyakinkan para peserta untuk nantinya mempromosikan ke luar daerah,” pungkas Eko. (Why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.