Perwakilan Perempuan Di Parlemen Wonosobo Paling Rendah Di Jateng

Perempuan diminta tak ragu untuk mengambil peran di bidang politik
WONOSOBOZONE – Rendahnya tingkat
keterwakilan perempuan di jajaran legislatif DPRD Kabupaten Wonosobo menjadi
perhatian banyak pihak. Retno Eko SN, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak BKKBPP dan PA Wonosobo menyebut saat ini hanya 2 orang
perempuan yang duduk sebagai anggota dewan. “Jumlah tersebut artinya hanya 4,4
% bila dibandingkan dengan jumlah keseluruhan anggota dewan yang 45 orang,”
jelas Retno dalam laporannya selaku ketua panitia acara peningkatan kapasitas
bagi TP PKK, KPPI dan GOW Wonosobo di Ruang Mangunkusumo Setda, Jumat (18/3).
Dengan prosentase keterwakilan yang bahkan kurang dari 5 % itu, Kabupaten
Wonosobo dikatakan Retno, termasuk 3 besar daerah dengan tingkat keterwakilan
perempuan paling rendah di Provinsi Jawa Tengah.
Demi meningkatkan
prosentase keterwakilan perempuan Wonosobo di bidang politik, Retno mengaku
telah mengupayakan berbagai hal. “Peningkatan kapasitas melalui pelatihan untuk
kader TP PKK, GOW dan unsur KPPI se-Wonosobo hari ini menjadi salah satu yang
kita harapkan mampu mendongkrak keterwakilan perempuan di DPRD hingga mencapai
jumlah idealnya, yaitu 30 %,” urai Retno. Untuk memberikan pemahaman terkait
manajemen kepemimpinan dan  tata cara
berbicara (Public Speaking) kepada tak kurang dari 90 peserta pelatihan,
panitia dikatakan Retno sengaja menghadirkan narasumber kompeten. “Sekretaris
KPPI Jawa Tengah, Dyah Woro Haswini dan Ibu Sundiyah, aktifis perempuan
sekaligus praktisi politik dari Wonosobo kami hadirkan untuk memaparkan
materi-materi terkait,” jelas Retno. Setelah pelatihan yang bakal dilanjutkan
dengan outbond training di hari berikutnya tersebut, BKKBPP dan PA berharap ada
peningkatan pemahaman serta antusiasme perempuan Wonosobo untuk lebih berperan
di politik.
Upaya Badan
Koordinasi Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
untuk mendorong kaum perempuan lebih aktif di politik disambut positif para
peserta. Handayani, anggota Komisi D DPRD Wonosobo, sebagai salah satu dari 2
wakil perempuan di legislatif, termasuk yang sepakat dengan perlunya kaum
perempuan untuk lebih serius di politik. Menurut politisi dari Partai Nasdem
itu, ada banyak faktor yang membuat keterwakilan perempuan di DPRD rendah.
“Kaum perempuan kebanyakan kurang mendapat support dari keluarga untuk terjun
ke politik,” jelas Yani ketika ditemui seusai acara. Selain kurang didukung
keluarga, faktor lain yang mengurangi keterwakilan perempuan dikatakan Yani,
adalah masih banyaknya anggapan mengenai pantas dan tidaknya seorang wanita
duduk di jabatan politik. “Anggapan miring tidak hanya datang dari kaum pria,
namun juga dari kaum wanita sendiri yang sering memandang sebelah mata terhadap
sesamanya yang berkeinginan masuk ke ranah politik,” tuturnya. Karena itulah,
ia berharap agar pelatihan peningkatan kapasitas yang diinsiasi oleh BKKBPP dan
PA, mampu menggugah kesadaran lebih banyak lagi kaum perempuan untuk tak ragu
berkecimpung di bidang politik.

Keinginan Handayani
tersebut selaras dengan pesan Bupati Wonosobo, Eko Purnomo. Dalam sambutan
pembukaan pelatihan, Eko menegaskan akan pentingnya peran kaum perempuan di
Kabupaten Wonosobo, termasuk di bidang politik. “Upaya ini sekaligus menjadi
bagian penting dari pengarusutamaan gender di Kabupaten Wonosobo, sehingga ada
keseimbangan peran kaum perempuan dalam kegiatan pembangunan daerah,” pungkas Bupati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here