Perusahaan Diminta Bayar THR H-7 Lebaran – Telat Bayar THR Dapat Sanksi dan Denda 5 Persen

WONOSOBOZONE – Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo meminta perusahaan, koperasi maupun pelaku usaha yang mempekerjakan karyawan, wajib membayarkan tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri 2017 paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran. Hal itu disampaikan dinas melalui Surat Edaran Nomor: 568/1257/2017 tentang Monitoring Pelaksanaan THR Tahun 2017 kepada ratusan pimpinan perusahaan di wilayah Wonosobo.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo, Kristiyanto menyebutkan, pakan ini pihaknya mulai menyebarkan surat edaran tersebut kepada pelaku usaha di wilayah Kabupaten Wonosobo. “Kami minta THR keagamaan untuk umat Muslim ini dibayarkan pengusaha paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 2017 dalam bentuk uang dan menggunakan mata uang rupiah,” ujarnya, kemarin.
Menurut dia, pengusaha wajib memberikan THR kepada pekerja atau buruh beragama Islam yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus. “Jika aturan sebelumnya, ketentuan masa kerja tiga bulan secara terus menerus, namun aturan baru berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan, masa kerja satu bulan secara terus menerus berhak mendapatkan THR,” jelasnya.
Dikatakan, THR tersebut diberikan kepada pekerja atau buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha baik untuk perjanjian kerja tertentu maupun perjanjian tidak tertentu. THR keagamaan merupakan pendapatan non upah yang wajib dibayarkan pengusaha kepada pekerja atau buruh menjelang Hari Raya Keagamaan. Tunjangan ini diberikan satu kali dalam satu tahun sesuai agama masing-masing pekerja atau buruh.
“Masyarakat biasanya mengenal THR hanya untuk Hari Raya Idul Fitri saat Lebaran-nya umat Islam, padahal THR berlaku untuk setiap masing-masing agama saat memperingati hari raya-nya. Untuk Hari Raya Idul Fitri diperkirakan terjadi antara tanggal 25 dan 26 Juni 2017. Diharapkan tanggal 18 Juni 2017 semua THR bagi pekerja Islam selesai dibayarkan,” imbuh Kepala Seksi Hubungan Industrial dan Persyaratan Kerja, Utik Retno.
Dia menyebutkan untuk besaran THR keagamaan, bagi pekerja atau buruh dengan masa kerja 12 bulan terus menerus atau lebih diberikan THR sebesar satu bulan upah. Sementara pekerja atau buruh dengan masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan dikalikan nominal satu bulan upah. Contoh 1/12 x Rp 1.200.000 = Rp 100.000.
Menurut Utik, pihaknya membuka posko pengaduan terkait THR di kantor dinasnya. Jika terdapat perusahaan telat membayarkan THR kepada pekerja atau buruh, maka akan dikenakan sanksi administratif serta memberlakukan sanksi denda sebesar 5 persen dari total nominal THR pekerjanya. “Denda tersebut nantinya akan dikelola serikat pekerja perusahaan tersebut demi kesejahteraan para pekerjanya,” tutur dia. (Kcm)
Ilustrasi gambar, source : bintang.com
BACA JUGA:  Jambore KPM Desa di Kuripan Garung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.