Perpustakaan Sebagai Pusat Belajar Masyarakat

WONOSOBOZONE – Perpustakaan pada era sekarang tidak lagi hanya sebagai tempat orang membaca buku saja atau tempat buku menumpuk. Perpustakaan era sekarang adalah perpustakaan yang sudah bertransformasi menjadi pusat belajar dan berkegiatan masyarakat. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Wonosobo, Eko Yuwono, pada Sosialisasi Perpustakaan Transformatif Program Perpuseru. Bertempat di Pendopo Bupati, Senin (13/11).

Eko juga menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah melalui Dinas Arpusda Kabupaten Wonosobo sudah berkomitmen secara nyata dan terbuka untuk mengembangkan perpustakaan,”Di Kabupaten Wonosobo perpustakaan terus dikembangkan untuk bisa menjadi pusat informasi, pusat belajar, pusat rekreasi dan tentunya menjadi pusat berkegiatan bagi masyarakat” terang Eko Yuwono.

Wonosobo menurut Eko Yuwono juga hendak mengembangkan perpustakaan menjadi pusat berkegiatan dan belajar masyarakat yang berbasis IT, sejalan dengan program Perpuseru yang digawangi oleh Yayasan Coca Cola Foundation bersama dengan Bill And Melinda Gates Foundation. Terhitung sejak tahun 2011 Wonosobo sudah bekerjasama dengan CCFI untuk mengembangkan perpustakaan. Tahun 2015 tidak hanya di lingkup Kabupaten saja namun sudah merambah kepada perpustakaan Desa yang berbasis IT.

“terhitung mulai 2015 hingga saat ini sudah ada 12 Desa yang memiliki perpustakaan berbasis IT, yang semuanya sudah mendapatkan bantuan berupa komputer dan internet beserta dengan pelatihan pengembangan perpustakaan, yang difasilitasi oleh CCFI dan Dinas Arpusda Kabupaten Wonosobo” tambah Eko.

Dinas Arpusda bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga berkomitmen untuk mengembangkan perpustakaan Desa yang bertransformasi, “masih di tahun 2017 Arpusda akan mereplikasi program perpuseru yang mana akan ada 6 desa replikasi baru yang dibiayai dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau. Juga bersama sama dengan TP PKK Kabupaten Wonosobo akan menambah 15 Desa Binaan lagi yang harapannya akan mengikuti prestasi 12 Desa pendahulunya” pungkas Eko Yuwono.

Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, SE.MM, saat membuka acara menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepadacoca-cola foundation melalui programPERPUSERU”-nya, yang selama ini telahmendukung upaya kami untuk  mewujudkanWonosobo Bersatu Untuk Maju, Mandiri Dan sejahtera Untuk semua, dengan memberikan perhatian penuh terhadap pengembangan perpustakaan sebagai tempat untuk memacukebiasaan membaca masyarakat, mewujudkan masyarakat berpengetahuan, serta dalam menciptakan masyarakat terpelajar.

Bupati juga menyampaikan bahwa saat ini perpustakaan tidak hanya dituntut sebagai ruang baca, akan tetapi pergeseran paradigma tersebut menempatkan perpustakaan sebagai energi baru dalam mendukung pembangunan milenium.Sekaligus menempatkan perpustakaan sebagai salah satu pusat transformatif. Perpustakaan harus mampu mengembangkan diri sebagai tempat bagi masyarakat untuk mengakses informasi,sarana pendidikan dan pembelajaran mengembangkan ketrampilan baru, mencari kerja, membangun kewirausahaan, menambah wawasan terkait pertanian, kesehatan dan lingkungan, sehingga ke depan masyarakat mampu memberdayakan diri mereka sendiri.

“Disamping itu perkembangan teknologi informasi dan komunikasi juga harus mampu menjadi daya ungkit bagi perpustakaan untuk merevitalisasi diri serta meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan yang berbasis pada teknologi informasi serta strategi yang tepat dan penyediaan informasiagar perpustakaan tidak ditinggalkan oleh masyarakat” pungkas Eko Purnomo.

Pada sosialisasi yang diikuti oleh sekitar 190 peserta tersebut, juga dibagikan piala dan penghargaan kepada para pemenang lomba perpustakaan Desa/Kelurahan dan perpustakaan Sekolah yang telah dilaksanakan oleh Dinas Arpusda Kabupaten Wonosobo, sejak tanggal 16 Oktober hingga 8 Novembar 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here